Beritabogor24jam.com – Warga Perumahan Mutiara Venezia Residence, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia di rumah kosong pada Kamis, 27 November 2025.
Temuan tersebut sontak memicu perhatian warga sekitar, terutama karena kondisi jasad yang ditemukan sudah tinggal tulang dan berada dalam posisi tergantung.
Menurut keterangan warga, rumah yang menjadi lokasi penemuan telah lama tidak dihuni dan dikenal sebagai rumah kosong yang jarang disambangi.
Kejanggalan mulai tercium ketika seorang warga melihat sebuah sepeda motor terparkir di dalam rumah tersebut.
Rasa penasaran membuat warga mengintip ke bagian dalam, dan di sanalah terlihat bayangan tubuh tergantung yang kemudian diketahui sebagai kerangka manusia.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama berselang, petugas dari Polsek Cileungsi tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi Pastikan Korban Hilang Sejak 2024
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, membenarkan bahwa kerangka yang ditemukan merupakan jasad seorang wanita yang diduga telah meninggal sejak lama.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan identifikasi barang-barang yang ditemukan di lokasi, polisi memastikan korban adalah perempuan bernama Dianah (43), karyawan swasta asal Depok yang telah dilaporkan hilang sejak Juli 2024.
“Korban bernama Dianah (43), karyawan swasta asal Depok, yang telah dilaporkan hilang sejak Juli 2024,” ujar Kompol Edison, Jumat, 28 November 2025.
Proses identifikasi korban berlangsung setelah polisi menelusuri ponsel yang ditemukan di dekat lokasi.
Dari perangkat tersebut, petugas berhasil menghubungi suami korban, Andri, yang kemudian datang untuk memastikan identitas istrinya.
Pihak keluarga pun membenarkan korban telah hilang selama lebih dari satu tahun dan telah dilaporkan sebagai orang hilang ke Polsek Cimanggis, Depok.
Pihak keluarga memberikan keterangan tambahan bahwa korban diduga mengalami tekanan berat sebelum menghilang.
Dianah diketahui memiliki utang, baik dari pinjaman online maupun utang pribadi kepada individu lain.
Situasi tersebut diduga kuat menjadi pemicu frustasi sebelum korban meninggalkan rumah.
“TKP rumah milik korban dan sudah disita oleh bank,” ungkap Kompol Edison, menambahkan bahwa kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang diduga turut menekan psikologis korban.
Selain itu, polisi mengungkap bahwa percakapan terakhir pada ponsel korban menunjukkan banyak pesan terkait penagihan utang.
“Chat-chatnya itu semua rata-rata nagih hutang, masalah pekerjaan, masalah apa gitu,” jelasnya.
Setelah kerangka dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan, keluarga korban memutuskan menolak autopsi.
Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan meminta proses penanganan dipercepat agar jenazah dapat segera dimakamkan sesuai dengan tradisi keluarga.










