Beritabogor24jam.com – Setiap tahun ajaran baru, sekolah di seluruh Indonesia diwajibkan untuk memperbarui data peserta didik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dapodik merupakan sistem resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang berfungsi sebagai basis data pendidikan nasional.
Mengutip akun resmi @dapodik_official, versi terbaru hadir dengan sejumlah pembaruan yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan sekolah.
Dalam pembaruan Dapodik 2026, pemerintah juga menekankan pentingnya penggunaan data real-time serta sinkronisasi secara berkala.
Oleh karena itu, proses input siswa baru di Dapodik 2026 tidak bisa dilakukan sembarangan.
Lantas, bagimana cara melakukan input siswa baru di Aplikasi Dapodik 2026? Simak ulasan berikut ini dengan seksama.
Cara Input Siswa Baru di Dapodik 2026
Dalam Dapodik 2026, terdapat tiga metode untuk menambahkan data siswa baru agar data cepat terverifikasi dan sesuai dengan sistem. Berikut panduannya.
1. Input Data Manual
Metode ini digunakan untuk siswa yang belum pernah terdaftar di Dapodik maupun Emis, seperti lulusan PKBM atau sekolah kecil. Simak langkahnya.
- Buka aplikasi Dapodik 2026.
- Pilih menu Peserta Didik, lalu klik Tambah PD Tingkat Awal.
- Isi identitas lengkap siswa sesuai KK atau akta kelahiran.
- Kosongkan NISN terlebih dahulu.
- Simpan data tanpa perlu tarik data.
- Jika terjadi kesalahan, gunakan fitur Hapus, atau lakukan instal ulang aplikasi agar data kembali kosong.
2. Input Data dengan Tarik Data
Cara ini wajib digunakan bagi siswa yang sudah terdata di Dapodik atau Emis sebelumnya. Berikut panduannya.
- Login ke situs SP Datadik dengan akun operator sekolah.
- Pilih menu Aplikasi → PD Baru.
- Pilih sumber data (Dapodik atau Emis).
- Isi data sekolah dan tahun lulus siswa, lalu klik Tampilkan.
- Centang nama siswa, klik Daftarkan, kemudian lakukan Tarik Data di aplikasi Dapodik.
3. Input Data Otomatis via SPMB Online
Keunggulan metode ini adalah sinkronisasi real-time dengan Dapodik. Perubahan data, seperti alamat siswa, langsung tercatat di kedua sistem.
Sekolah cukup menata ulang rombel siswa setelah proses integrasi. Cara ini dinilai lebih praktis dan efisien karena mengurangi risiko data ganda.
Dengan memahami ketiga cara diatas, proses input data siswa baru dapat terverifikasi dan sesuai dengan sistem Dapodik 2026.










