Beritabogor24jam – Penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor tahun 2026 menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis pesantren. Kegiatan yang berlangsung di Babakan Madang ini diikuti oleh santri terbaik dari berbagai wilayah sebagai ajang peningkatan kompetensi keilmuan.

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menegaskan bahwa pelaksanaan MQK merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto dalam membangun generasi muda yang unggul, tidak hanya dalam ilmu agama tetapi juga dalam karakter dan integritas.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi rabbani yang siap menghadapi tantangan zaman. Dengan jumlah ribuan pesantren di Kabupaten Bogor, potensi tersebut menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Selain sebagai ajang kompetisi, MQK juga menjadi sarana memperkuat jejaring antar pesantren serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan keilmuan. Para peserta diuji dalam berbagai cabang ilmu seperti nahwu, sharaf, tafsir, hadis, hingga ushul fiqh yang menjadi fondasi utama dalam memahami kitab kuning.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Munjiat, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan arah pembangunan nasional yang dicanangkan Prabowo Subianto. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang ini sebagai media pembelajaran serta menjaga integritas dalam setiap proses penilaian.(dan)