Beritabogor24jam.com – Sebuah video yang menampilkan kondisi jalan rusak parah di Jalan Sawit, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, viral di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman tersebut, permukaan jalan terlihat berlubang, bergelombang, dan tergenang air di sejumlah titik, sehingga menyerupai lintasan offroad.

Video tersebut diketahui direkam pada Minggu pagi, 4 Januari 2026. Sejak diunggah, tayangan itu langsung menyita perhatian warganet dan menuai beragam komentar.

Banyak pengguna media sosial menyayangkan kondisi jalan yang rusak berat, sementara sebagian lainnya melontarkan kritik dan sindiran terkait minimnya perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.

Disebut Cocok untuk Sensasi Offroad

Dalam unggahan video yang beredar, perekam menyebut kondisi Jalan Sawit “cocok buat yang suka sensasi offroad”.

Ungkapan tersebut mencerminkan kondisi jalan yang dinilai sudah jauh dari kata layak untuk dilalui kendaraan umum, terutama roda dua.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat.

Meski demikian, warga tetap terpaksa melintasi jalan tersebut karena menjadi salah satu akses penghubung aktivitas sehari-hari.

Meskipun tidak berstatus sebagai jalan milik pemerintah daerah, Jalan Sawit diketahui kerap digunakan masyarakat sekitar untuk berbagai kepentingan.

Diantaranya, mulai dari akses menuju tempat kerja, sekolah, hingga aktivitas ekonomi warga.

Bagi sebagian warga, jalan tersebut menjadi jalur alternatif yang cukup vital karena menghubungkan beberapa kawasan permukiman dan area usaha.

Kondisi rusak yang dibiarkan dalam waktu lama dinilai sangat mengganggu mobilitas, bahkan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

PUPR Kabupaten Bogor Tegaskan Status Jalan Sawit

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, memberikan penjelasan terkait status Jalan Sawit.

“Statusnya bukan jalan kabupaten,” ujar Ujang saat dikonfirmasi, Senin, 5 Januari 2026.

Penegasan itu sendiri disampaikan untuk meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang mengira jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Ujang juga membenarkan bahwa, berdasarkan informasi yang diterimanya, Jalan Sawit merupakan aset milik perusahaan swasta.

“Iya betul,” katanya singkat.

Dengan status tersebut, kewenangan perawatan dan perbaikan jalan tidak berada langsung di tangan Pemerintah Kabupaten Bogor, melainkan menjadi tanggung jawab pemilik jalan.

Peluang Perbaikan Jika Diserahkan Menjadi PSU

Meski bukan jalan kabupaten, Ujang menyebutkan, masih ada peluang bagi pemerintah daerah untuk melakukan penanganan.

Hal itu dapat dilakukan apabila pihak perusahaan bersedia menyerahkan jalan tersebut menjadi Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU).

“Kalau perusahaan mau dijadikan PSU, kemungkinan bisa kita anggarkan,” jelasnya.

Sementara itu, warga sekitar berharap ada perhatian serius dari pihak perusahaan pemilik jalan maupun pemerintah daerah.

Mereka menilai kondisi Jalan Sawit sudah lama rusak dan membutuhkan penanganan segera.

Mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai akses lalu lintas masyarakat, warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi solusi jangka panjang.