Beritabogor24jam.com – DPRD Kabupaten Bogor menyoroti kerusakan tembok pagar SDN Gunung Putri 05, Kecamatan Gunung Putri, yang dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah.

Kondisi pagar yang roboh dan retak dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni, meminta agar perbaikan dilakukan secepatnya dan mulai ditangani pada awal tahun.

Namun, ia menegaskan, kerusakan tersebut tidak dapat menggunakan anggaran darurat pemerintah.

“Saya berharap diawal semacam ada Belanja Tidak Terduga (BTT) gitu, cuma ini kan memang tidak bisa dinyatakan bencana, karena bukan bencana jadi tidak bisa dinyatakan menggunakan BTT, tetep menggunakan anggaran Disdik,” ujar Achmad Fathoni, Kamis, 20 November 2025.

Fathoni menjelaskan, perbaikan pagar tidak dapat dimasukkan ke APBD Perubahan 2024 lantaran keputusan anggaran telah ditetapkan.

“Memang di APBD Perubahan ga memungkinkan karena sudah diputuskan dan mulai bergulir 2025 untuk APBD Perubahan,” katanya.

DAK Jadi Solusi Akselerasi Perbaikan

Meski terkendala anggaran darurat dan APBD Perubahan, Fathoni menyatakan percepatan tetap dapat dilakukan melalui mekanisme lain.

“Karena seperti itu, kita dorong secepat cepatnya, tadi mekanismenya make Dana Alokasi Khusus (DAK) bisa di awal tahun,” ucapnya.

Politisi dari Fraksi PKS itu juga menekankan pentingnya langkah mitigasi dari pihak sekolah sambil menunggu perbaikan permanen.

“Pihak sekolah harus punya perencanaan karena yang sudah roboh pasti diamankan mungkin dikasih pagar sementara, pagar yang masih utuh juga rawan, kita juga harus ada perlakuan sementara, mungkin dikasih sokongan dulu,” jelas Fathoni.

Menurut Fathoni, sektor pendidikan juga menjadi salah satu prioritas utama dalam APBD 2026.

“Salah satu prioritas dari APBD 2026 adalah pendidikan, baik itu rehab, rekon, atau pembangunan baru atau mebeler,” katanya.

Ia berharap, seluruh keluhan terkait bangunan dan sarana prasarana sekolah dapat segera ditindaklanjuti pemerintah.

Dia menilai, penanganan cepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bogor.