Beritabogor24jam.com – Gudang ekspedisi yang berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dilaporkan terbakar pada Minggu siang, 14 September 2025

Insiden kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1 miliar, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Kebakaran tersebut menghanguskan satu bangunan gudang milik PT Parindo Agung Mas Jaya, yang bergerak di bidang jasa ekspedisi.

Api dilaporkan cepat membesar dan menyelimuti bangunan sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa laporan awal kebakaran diterima pada pukul 11.26 WIB.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang karyawan gudang bernama Silvia Ardana melalui sambungan pesan WhatsApp.

“Sektor Gunung Putri mendapat laporan via telfon WA bahwa telah terjadi kebakaran gudang di PT. Parindo Agung Mas Jaya yang beralamat di Kedep,” ujar Yudi Santosa saat dikonfirmasi, Senin, 15 Desember 2025.

Setelah menerima laporan, petugas dari Sektor Gunung Putri langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran berangkat ke lokasi pada pukul 11.33 WIB dan tiba sekitar 12.02 WIB.

Saat tiba di lokasi, api dilaporkan sudah dalam kondisi membesar dan membakar hampir seluruh bangunan gudang.

“Api saat petugas tiba sudah membesar dan membakar satu bangunan gudang,” kata Yudi Santosa.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama, mengingat material di dalam gudang yang mudah terbakar.

Sejumlah Unit Pemadam Dikerahkan

Untuk mengendalikan api, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor mengerahkan dua unit pemadam dari Sektor Gunung Putri. Selain itu, bantuan juga datang dari unit pemadam sektor lain.

Sebanyak unit pemadam dari Sektor Cileungsi, Citeureup, dan Cibinong turut diterjunkan ke lokasi.

Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari tim rescue serta unit pemadam milik perusahaan swasta.

Kolaborasi tersebut dilakukan guna mempercepat proses penanganan dan mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan metode cooling system untuk menurunkan suhu dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali. Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari tiga jam.

“Api berhasil dipadamkan dengan metode cooling sistem,” ungkap dia.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.30 WIB, dan situasi dinyatakan aman.

Berdasarkan hasil analisis sementara, kebakaran diduga dipicu oleh auto ignition atau penyalaan otomatis.

Dugaan ini masih bersifat awal dan menjadi dasar penanganan awal oleh petugas pemadam kebakaran.

“Sumber api disebabkan oleh auto ignition (penyalaan otomatis) sehingga petugas melakukan penanganan kebakaran dengan metode cooling sistem,” tutur Yudi.

Penyelidikan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Meski kerugian materi cukup besar, Yudi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran ini.

Seluruh aktivitas di lokasi telah dinyatakan aman setelah api berhasil dipadamkan.

“Total kerugian kurang lebih Rp1 miliar,” tutupnya.