Beritabogor24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berorientasi pada peningkatan kesehatan dan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, pelaksanaan Program MBG dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor.
Selain untuk memenuhi hak gizi pelajar, program ini mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi puluhan ribu warga, sekaligus mendorong perputaran uang dalam skala besar di wilayah Kabupaten Bogor.
“Program ini bukan hanya tentang memberi makan bergizi kepada anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. MBG adalah kebijakan yang menyehatkan anak-anak kita sekaligus menyejahterakan masyarakat,” ujar Rudy Susmanto, Kamis, 16 Oktober 2025.
Sebagai bentuk konkret dari pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pembangunan 570 dapur MBG yang akan beroperasi setiap hari untuk menyediakan makanan bergizi bagi para pelajar.
Setiap dapur, kata Rudy, akan mempekerjakan sedikitnya 50 orang tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak, petugas kebersihan, hingga pencuci peralatan.
Dengan demikian, total tenaga kerja yang terserap dari program ini diperkirakan mencapai 28.500 orang.
“Satu dapur itu rata-rata mempekerjakan 50 orang. Kalau kita punya 570 dapur, maka ada 28.500 orang yang akan mendapatkan pekerjaan baru,” jelas Rudy.
Dana Rp6,12 Triliun Per Tahun untuk MBG
Tak hanya membuka lapangan kerja, Rudy menyoroti besarnya nilai ekonomi yang berputar melalui program MBG.
Dana operasional program ini, kata dia, sepenuhnya bersumber dari Pemerintah Pusat, bukan dari APBD Kabupaten maupun Provinsi.
“Total dana pusat sebesar Rp6,12 triliun per tahun akan berputar di Kabupaten Bogor. Nilai ini setara dengan setengah APBD kita,” ungkap Rudy.
Jumlah dana tersebut akan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat lokal, karena akan digunakan untuk pengadaan bahan pangan, biaya operasional dapur, serta kebutuhan logistik yang seluruhnya melibatkan masyarakat setempat.
Lanjutnya, dana tersebut tidak hanya berdampak pada sektor tenaga kerja, tetapi juga akan memberikan peluang usaha bagi petani dan pedagang lokal.
Menurutnya, seluruh kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG akan dibeli langsung dari produsen dan pedagang Kabupaten Bogor, sehingga keuntungan ekonomi bisa dirasakan secara merata.
“Tentunya dipakai untuk beli beras, beli cabai, beli bawang, beli telurnya orang Bogor. Ini murni menggerakkan ekonomi pedagang lokal,” tegas Rudy.
Dia juga menilai, sistem pelaksanaan MBG akan memperkuat rantai pasok pangan lokal sekaligus menumbuhkan bisnis baru di bidang distribusi, logistik, hingga jasa kebersihan.
Instruksi Bupati Bogor
Dalam kesempatan tersebut, Rudy meminta seluruh perangkat daerah dan jajaran teknis untuk bekerja cepat dan serius dalam merealisasikan program MBG.
Ia menekankan, pentingnya sinergi antarinstansi agar manfaat ekonomi dan sosial dari program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Saya berharap seluruh jajaran segera menindaklanjuti dan menggarap Program MBG ini secara serius, agar perputaran ekonomi lokal berjalan optimal dan lapangan kerja tercipta sesuai target,” pungkasnya.










