Beritabogor24jam.com – Solidaritas lintas iman ditunjukkan oleh pemuda Kabupaten Bogor melalui kegiatan doa bersama yang digelar di Situ Plaza Cibinong, pada Kamis, 5 September 2025.

Kegiatan yang menghadirkan berbagai komunitas lintas agama ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap kondisi bangsa dan upaya menjaga kedamaian di masyarakat.

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, khususnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Ferdinando Selmi Pardede.

Menurut Ferdinando, kegiatan tersebut merupakan contoh energi positif yang harus sering dilakukan dan menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pemkab Bogor mengapresiasi sekali kegiatan yang digagas pemuda lintas iman untuk menjaga kondusifitas. Energi positif seperti ini harus sering dilakukan dan semoga bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ferdinando kepada wartawan, Jumat, 5 September 2025.

Ia menambahkan, pemerintah daerah selalu terbuka terhadap penyampaian aspirasi masyarakat.

Lanjutnya, aspirasi merupakan hak yang dijamin undang-undang selama dilakukan sesuai aturan.

“Tidak ada larangan untuk menyampaikan aspirasi, itu dijamin undang-undang. Yang penting disampaikan dengan cara yang sesuai aturan. Alhamdulillah di Kabupaten Bogor hal ini berjalan baik, berbeda dengan kejadian di beberapa daerah lain,” jelasnya.

Doa Lintas Iman Sebagai Respons Situasi Bangsa

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry Ghazaly, menyampaikan bahwa kegiatan doa lintas iman ini lahir sebagai respons atas situasi yang tengah dihadapi bangsa.

“Pertama bahwa ini adalah menyikapi kejadian di beberapa hari sebelumnya bahwa hari ini Indonesia sedang mengalami kejadian di luar prediksi dan sebagainya,” kata Dhamiry.

Kegiatan doa lintas iman ini dihadiri langsung oleh berbagai organisasi, seperti GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Katolik, GAMKI, Kongucu, dan sejumlah komunitas lintas iman lainnya.

Menurut dia, kegiatan ini menegaskan komitmen pemuda untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif.

“Tentu dilindungi oleh konstitusi dan itu negara harus hadir di dalamnya, dan juga bagian dari hak warga negara,” ujarnya.

Kemudian, kata Dhamiry, semangat penyampaian aspirasi tidak boleh tercederai oleh tindakan destruktif.

“Akan tetapi semangat itu jangan sampai tercederai dengan hal-hal yang tidak konstruktif sehingga mengakibatkan kejadian yang tidak kita perkenankan, mulai dari pengrusakan hingga penjarahan,” tegasnya.

Doa lintas iman yang turut melibatkan pemuka agama menjadi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian antarwarga.