Beritabogor24jam.com – Di tengah suasana duka akibat ambruknya bangunan Majelis Taklim As Sobiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, beredar flayer donasi yang bikin heboh.

Pasalnya, flayer tersebut dipastikan tidak resmi dan tidak pernah disalurkan melalui pihak berwenang.

Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti, menegaskan agar masyarakat lebih waspada terhadap ajakan donasi ilegal yang beredar.

Ia menyebut, ada oknum yang mengatasnamakan Klinik Arafah untuk menggalang dana, padahal pihak klinik tidak pernah mengumumkan hal tersebut.

“Tadi saya dan klinik Arafah, kebetulan saya sedang urus warga, jadi dari klinik menyampaikan bahwa ada yang membuat donasi untuk korban, tetapi tidak sampai ke klinik Arafah. Jadi ini ada oknum, jangan memanfaatkan situasi ini, orang yang kena bencana jangan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Sri, Senin, 8 September 2025.

Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa saat ini pemerintah desa masih memusatkan perhatian pada penanganan korban.

Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait maraknya flayer donasi ilegal.

“Nanti saya akan coba koordinasi dengan polisi, saat ini kami sedang konsen penanganan korban,” ujarnya.

Tanggapan Kepolisian

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Ciomas, Iwan Wahyudi, menuturkan hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban penipuan akibat flayer donasi tersebut.

“Saya belum monitor, tapi memang dari pemerintah daerah, Kecamatan pun akan memberikan bantuan juga, dari Muspika,” jelas Kapolsek.

Meski belum ada laporan penipuan, Iwan mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial.

“Sampai saat ini kita jawab konfirmasinya belum ada yang merasa jadi korban dari penipuan tersebut. Saya menghimbau agar hati-hati, medsos dunia maya kita jangan percaya 100 persen, 50 persen percaya 50 persen nya bohong, jadi masyarakat harus hati-hati, namanya juga dunia maya,” ungkapnya.

Iwan menyarankan, agar masyarakat yang ingin memberikan bantuan sebaiknya menyalurkannya melalui jalur resmi pemerintah.

“Kalau memang mau berdonasi, kan pemda mau memberikan donasi, mending langsung ke pemerintah daerah, atau di Pemdes Kecamatan bisa,” sarannya.