Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyempurnakan pembangunan Tugu Pancakarsa dengan menambahkan ornamen kujang di bagian puncak monumen.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa pemasangan ornamen kujang merupakan bagian terakhir dari proyek penyempurnaan tersebut.
“Jadi hari ini adalah melengkapi pembangunan Tugu Pancakarsa yang belum selesai dengan menambahkan ornamen kujang yang ada di atas Tugu Pancakarsa,” ujar Eko Mujiarto, Senin, 8 Desember 2025.
Pemasangan ornamen ini direncanakan rampung dalam satu hari. Namun, kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat proses sempat tertunda.
Eko menyebutkan, target penyelesaian sebenarnya dapat dicapai lebih cepat, tetapi hujan yang mengguyur wilayah sekitar membuat proses pemasangan harus dihentikan sementara.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis pemasangan dapat dirampungkan pada hari yang sama.
“Targetnya hari ini selesai, harusnya udah naik cuman karena cuaca hujan kita nunggu reda pemasangannya. Mudah-mudahan hari ini selesai, besok finishing,” kata dia.
Dengan demikian, proses finishing termasuk pengecekan struktural dan estetika ornamen diperkirakan dilakukan sehari setelahnya.
Kujang sebagai Identitas Budaya Sunda
Pemilihan kujang sebagai ornamen puncak Tugu Pancakarsa bukan tanpa alasan. Kujang dikenal sebagai salah satu simbol budaya Sunda dan memiliki kedekatan historis dengan Bogor.
Eko juga menegaskan, elemen ini dipilih karena melambangkan identitas masyarakat Sunda yang hidup dan berkembang di wilayah tersebut.
“Yang jelas kujang merupakan ciri khas Sunda. Bogor diganti dengan kujang maka di situlah kita pakai kujang. Kebetulan kujang sendiri belum ada di Kabupaten Bogor sebagai senjatanya Prabu Siliwangi, makanya hari ini kita pasang di Tugu Pancakarsa,” paparnya.
Melalui pemasangan ornamen kujang, Pemkab Bogor berharap Tugu Pancakarsa tidak hanya menjadi landmark visual, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan yang merefleksikan nilai budaya lokal.
Selain dipilih sebagai simbol budaya, penempatan ornamen kujang juga diperhatikan dengan cermat.
Arah pemasangan kujang ditujukan ke lokasi-lokasi strategis agar dapat dilihat dengan jelas oleh masyarakat maupun pengendara yang melintas.
“Nanti bisa terlihat ke tol Jakarta menuju Bogor maupun Bogor menuju Jakarta, dan ujungnya nanti mengarah ke Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari,” ucap dia.
Tak hanya menambahkan ornamen kujang, Pemkab Bogor turut melakukan penyempurnaan pada elemen-elemen pendukung yang sebelumnya sempat tidak berfungsi.
Elemen seperti pencahayaan dan air mancur menjadi fokus dalam penyelesaian tahap akhir agar tampilan tugu lebih hidup terutama pada malam hari.
Lampu-lampu yang sebelumnya tidak berfungsi akan dinyalakan kembali, begitu pula air mancur yang sempat mati akan diaktifkan lagi.










