Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan dunia seni dan kebudayaan melalui revitalisasi Gedung Kesenian Kabupaten Bogor.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dan akan mengubah gedung menjadi Siliwangi Teater.

Di mana, Siliwangi Teater digadang-gadang akan menjadi pusat kreativitas baru di wilayah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan Siliwangi Teater akan difungsikan sebagai ruang inklusif yang memberikan akses luas bagi pelajar dan seniman tanpa batasan.

Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh siswa-siswi Kabupaten Bogor untuk mengasah bakat kesenian mereka.

“Itu nanti Senin-Kamis digunakan oleh siswa-siswi Kabupaten Bogor untuk berlatih, nanti kita siapkan guru karawitanya, kita siapkan guru dalangnya,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu, 6 Desember 2025.

Dengan adanya pendampingan dari para ahli seperti guru karawitan dan dalang, pemerintah berharap generasi muda dapat semakin mengenal seni tradisi Jawa Barat sekaligus mampu mengembangkan kreativitas mereka dalam lingkungan yang modern dan memadai.

Kawasan Kreativitas Terpadu

Dia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya berfokus pada ruang teater sebagai tempat pertunjukan.

Konsep yang dibawa adalah kawasan seni terpadu yang dapat menampung berbagai jenis aktivitas kreatif.

Ruang utama Siliwangi Teater sendiri akan difungsikan sebagai area pertunjukan besar, sementara fasilitas tambahan disiapkan untuk mendukung kegiatan seni yang lebih beragam.

Bahkan, kata Rudy, Jumat malam akan dikhususkan bagi para seniman profesional untuk menampilkan karya mereka.

“Jumat malam digunakan oleh seniman profesional untuk tampil di Siliwangi Teater,” kata dia.

Dengan jadwal terstruktur, pemerintah berharap ada kesinambungan antara proses belajar, ruang berkarya, dan ruang pertunjukan profesional.

Mendukung UMKM dan Pelaku Seni Visual

Sebagai bagian dari revitalisasi, Pemkab Bogor juga menyiapkan area sekitar gedung untuk dimanfaatkan oleh pelukis, perajin, dan pelaku UMKM. Mereka dapat membuka stan dan memamerkan karya sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

“Maka semua pelaku dunia kesenian di gedung kesenian teater,” ujarnya.

Model ini diharapkan menjadi ruang interaksi antara seniman, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum sehingga Siliwangi Teater menjadi pusat berkumpulnya para kreator dari berbagai disiplin seni.

Rudy optimistis revitalisasi ini akan menghasilkan fasilitas seni berkelas.

Ia menegaskan, pemerintah menargetkan Siliwangi Teater sebagai ruang representatif dengan kualitas yang mampu bersaing, bahkan melampaui fasilitas teater yang sudah lebih dulu dikenal publik.

“Standarisasinya kami yakin lebih bagus daripada Jakarta Teater,” tegasnya.