Beritabogor24jam.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Abdul Somad, yang akrab disapa Gus Dul, menyambut baik dan mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurut Gus Dul, kebijakan tersebut merupakan hadiah terbaik dan istimewa bagi seluruh santri di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Provinsi Jawa Barat.
“Restu dan kebijakan Presiden Prabowo perihal pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan hadiah terbaik bagi kita semua kaum santri,” ujar Gus Dul memberikan keterangan.
Pengakuan Negara terhadap Peran Pesantren
Gus Dul menegaskan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bentuk pengakuan negara atas kiprah pesantren yang selama ini telah berperan penting dalam membangun moral, peradaban Islam, serta kemandirian bangsa Indonesia.
“Bagi kami, kebijakan ini merupakan wujud perhatian Presiden Prabowo terhadap sumbangsih pesantren dalam membangun moral dan peradaban Islam serta kemandirian Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rencana pembentukan Ditjen Pesantren menandai babak baru dalam kebijakan nasional yang memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga strategis dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, pesantren selama ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran signifikan dalam membangun kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat.
Menurut Gus Dul, kehadiran Ditjen Pesantren menjadi tonggak sejarah baru yang menunjukkan bahwa negara hadir dan berpihak pada pesantren.
Selama berabad-abad, pesantren telah berkontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, moral masyarakat, dan pemberdayaan umat.
“Pesantren kini diakui bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat,” tuturnya.
Kehadiran Ditjen Pesantren juga diharapkan dapat memperluas pengaruh pesantren dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.
Gus Dul menekankan, lembaga ini dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, pihaknya berharap, pembentukan Ditjen Pesantren mendapat dukungan penuh dari DPR RI dan seluruh pemerintah daerah di Indonesia agar implementasinya berjalan efektif dan membawa manfaat luas bagi pesantren di seluruh tanah air.
Dia juga optimistis, keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat peran pesantren dalam pendidikan, pemberdayaan sosial, dan pembangunan kemandirian umat, sekaligus menjadi bukti nyata perhatian negara terhadap dunia pesantren di Indonesia.










