Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi memulai pengerukan sedimentasi di Situ Kabantenan sebagai langkah awal pengembangan kawasan tersebut menjadi ruang wisata dan area rekreasi bagi masyarakat.

Pengerukan diproyeksikan menjadi fase penting dalam menata kembali fungsi situ, tidak hanya sebagai pengendali air, tetapi juga sebagai destinasi publik yang ramah keluarga.

Selain itu, revitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan nilai estetika kawasan sekitar.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa penataan Situ Kabantenan tidak berdiri sendiri.

Pemerintah daerah juga menargetkan adanya konektivitas antarsitu di kawasan Tegar Beriman, sehingga dapat menciptakan satu koridor wisata air yang saling terintegrasi.

“Kita berharap situ kabantenan bisa terhubung dengan situ cikaret dan beberapa situ yang ada di jalan tegar beriman, yakni situ plaza, situ kabantenan dan kita melihat juga tadi sedimentasinya sudah cukup tinggi,” ujar Rudy Susmanto, Rabu, 26 November 2025.

Menurutnya, integrasi kawasan situ bukan hanya mendukung estetika lingkungan, tetapi juga memberikan potensi baru bagi pengembangan ekonomi kreatif dan aktivitas masyarakat.

Didukung Alat Amfibi Baru untuk Percepatan Pengerukan

Dalam proses pengerukan ini, Pemkab Bogor kini telah didukung peralatan baru, termasuk alat amfibi yang dinilai mampu mempercepat pekerjaan di area perairan maupun sungai.

Peralatan tersebut merupakan bantuan yang disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur penataan lingkungan.

“Alhamdulillah disupport oleh DPRD Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor punya beberapa alat baru yaitu amfibius yang dapat digunakan perbaikan sedimentasi di sungai maupun di situ,” katanya.

Dengan dukungan alat modern, pengerjaan diharapkan berjalan lebih efektif dan tidak memakan waktu panjang.

Kolaborasi dengan BBWS dan Pemprov Jabar

Rudy menegaskan, pengerukan sedimentasi di Situ Kabantenan akan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi itu, kata dia, diperlukan mengingat kondisi situ yang sudah mengalami pendangkalan signifikan.

“Jadi sudah dilakukan pengerukan oleh Pemkab Bogor sehingga apabila digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan penampung air,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyebut, penataan ini tidak hanya berfungsi mengembalikan kapasitas tampung air, tetapi juga sebagai upaya mempersiapkan situ untuk keperluan rekreasi masyarakat.

Meski pengerjaan masih dalam tahap awal, Rudy berharap revitalisasi Situ Kabantenan dapat membuka peluang baru bagi aktivitas wisata air.

Ia menilai, potensi kawasan tersebut cukup besar bila ditata dengan baik dan terhubung dengan situ lainnya.

“Tanahnya sudah lebih tinggi daripada air, sehingga pada hari berikutnya mudah-mudahanan perahu karet seperti di situ plaza cibinong bisa dioperasikan di situ kabantenan,” tutupnya.