Beritabogor24jam.com – Pembangunan flyover Tenjo, yang terletak di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor kini memasuki tahap akhir dan siap dibuka untuk umum pada akhir September 2025.

Infrastruktur strategis ini dirancang untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur penghubung Bogor–Tangerang, khususnya pada jam-jam sibuk.

Flyover Tenjo menjadi salah satu proyek untuk meningkatkan kelancaran arus transportasi, sekaligus mempersingkat waktu tempuh warga yang melintasi wilayah tersebut.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi (Jaskon) Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Bambang Widadi, menyatakan
Flyover Tenjo telah melewati dua tahap pengujian sebelum dibuka untuk umum, yakni uji statis dan uji dinamis.

“Jadi sebenarnya sudah dua kali, yang satu statis, yang satu dinamis. Yang dinamis baru kemarin selesai, tadi malam magrib Kamis kemarin,” ujar Bambang, Jumat, 12 September 2025.

Bambang menjelaskan, uji coba tersebut merupakan bagian dari proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Pihaknya pun sempat berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait prosedur pengujian.

“SLF untuk memastikan struktur sudah aman dioperasionalkan. Arahan dari kementerian menyebut uji statis sudah cukup, namun sebaiknya diuji juga secara dinamis,” terangnya.

Pada uji dinamis, tim teknis menggunakan dua metode, yakni truk dijatuhkan dari ketinggian 30 sentimeter untuk mengukur benturan, serta truk dikendarai dengan kecepatan 10, 20, dan 30 km/jam di atas flyover.

“Bisa saja kuat, tapi kalau dilewati orang terasa goyang dan tidak nyaman, itu yang kami cek. Jadi getaran seminimal mungkin agar pengguna merasa aman,” tambah Bambang.

Keputusan Akhir di Tangan Pemkab Bogor

Meski secara teknis konstruksi siap digunakan, Bambang menekankan bahwa pengoperasian flyover sepenuhnya menjadi keputusan Pemkab Bogor.

Faktor non-teknis, seperti pembebasan lahan dan pemasangan rambu lalu lintas, menjadi pertimbangan utama.

“Apakah lahannya sudah clear? Kalau belum, berarti belum bisa dioperasikan. PU lebih fokus ke konstruksi,” jelasnya.

Dengan rampungnya tahap akhir pembangunan dan uji coba, Bambang berharap masyarakat segera bisa merasakan manfaat flyover ini.

“Targetnya dua minggu dari sekarang, berarti akhir September. Semoga dalam satu minggu ada laporan dan bisa dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian,” pungkasnya.