Beritabogor24jam.com – Harga ayam potong di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor melonjak signifikan dalam sepekan terakhir.
Jika sebelumnya harga berada di kisaran Rp33.000 per kilogram, kini sudah menyentuh Rp43.000.
Lonjakan tersebut membuat pedagang kewalahan karena berdampak langsung pada turunnya daya beli masyarakat.
“Ini terjadi kenaikan harga, dari harga angka 33 ribu hari ini harga jatuh di harga 43 ribu per kilo, lumayan naiknya kebanyakan ini,” ungkap Priyanto (39), salah satu pedagang ayam di pasar Cibinong.
Penyebab Kenaikan Belum Diketahui
Priyanto menyebut, kenaikan harga sudah terjadi lebih dari seminggu. Namun, penyebab pastinya masih belum diketahui.
Menurutnya, pedagang hanya mengikuti harga dari pemasok yang lebih tinggi, sehingga otomatis penjualan di tingkat pengecer juga naik.
“Kurang tau kalau faktor ke sananya mah ya, kita ngikutin dari atasnya aja. Naik, kita juga naik pengecer gitu,” katanya.
Lonjakan harga ini membuat penjualan ayam potong di Pasar Cibinong turun drastis.
Priyanto menyebut, omzet dagangannya berkurang hampir 50 persen akibat berkurangnya jumlah pembeli.
“Itu udah pasti, kekurangan pembeli, pelanggan juga pemakaiannya berkurang omzet turun hampir 50 persen,” ujarnya.
Pedagang lain, Asqolani mengaku, menghadapi situasi serupa. Ia menyebut harga ayam dada kini sudah mencapai Rp39.000 per kilogram, sementara harga jual per ekor pun ikut naik.
“Kenaikan harga ini lumayan drastis naiknya ya. Sekarang dada aja udah 39 per kilonya. Untuk penjualan hari ini perkilonya jadi 40, sebelumnya penjualan 35,” katanya.
Dugaan Faktor Pakan Ikut Berpengaruh
Meski tidak mengetahui secara pasti kondisi pasokan, Asqolani menduga kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya pakan ayam.
“Kayanya karena pakannya pada naik. Kurang tau kalau ke situ nya saya hanya pedagang biasa, enggak ngambil langsung dari pertenakan,” ujarnya.
Selain menurunkan omzet, kenaikan harga ayam potong juga membuat pasar sepi pembeli.
Asqolani menjelaskan, penurunan jumlah pembeli bahkan mencapai 80 persen.
“Ada sangat drastis penurunan hampir 80 persen. Banyak keluhan pasti dari pembeli terkait harganya,” katanya.
Priyanto yang sudah berjualan ayam potong hampir 20 tahun berharap harga bisa segera kembali normal.
Dia juga meminta perhatian dari pemerintah agar mencari solusi atas lonjakan harga ini.
“Harapannya biar kembali normal aja karena kita merasa keberatan sebagai pengecer,” tuturnya.
“Ya perhatian secepatnya dari segala sisinya, tolong diperhatikan kenapa ini harga bisa melambung tinggi kayak gini,” pungkasnya.










