Beritabogor24jam – Pakaian adat Sunda turut mewarnai pelaksanaan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Ahad (2/8). Kehadiran para pelaku UMKM dengan busana tradisional merupakan bagian dari anjuran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada masyarakat.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka menilai penggunaan pakaian adat tidak mengganggu aktivitas berjualan, justru memberikan suasana berbeda yang lebih menarik bagi pengunjung. Para pedagang juga merasa bangga dapat ikut mengambil bagian dalam pelestarian budaya Sunda melalui aktivitas sehari-hari.

Rena, pedagang UMKM asal Bojonggede, mengatakan penggunaan pakaian adat merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya Sunda. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di Tatar Sunda memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Dukungan juga disampaikan Ika yang berharap semakin banyak pelaku UMKM mengikuti penggunaan busana adat Sunda. Ia menilai jika seluruh pedagang tampil dengan atribut budaya, kawasan CFD akan terlihat lebih semarak dan memiliki daya tarik tersendiri yang dapat mendorong masyarakat untuk datang dan berbelanja.

Masyarakat yang hadir pun memberikan apresiasi. Meta menyebut penggunaan kebaya dan pakaian adat menunjukkan dukungan terhadap keberagaman budaya Indonesia, sedangkan Astrid menilai kekompakan para pedagang menghadirkan nuansa tradisional yang unik. Keterlibatan UMKM dalam kegiatan budaya diharapkan dapat menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.(dan)