Beritabogor24jam.com – Sosok pendiri Karang Taruna Nasional, H. Ghazali, kini resmi diabadikan sebagai nama jalan di Ruas Jalan Lingkar Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Peresmian nama jalan ini digelar bertepatan dengan rangkaian acara Bulan Bakti Karang Taruna ke-65 yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta pengurus Karang Taruna dari berbagai tingkatan.

Peresmian ini bukan sekadar penamaan jalan semata, tetapi juga wujud penghormatan terhadap jasa besar seorang tokoh yang telah melahirkan organisasi sosial kepemudaan terbesar di Indonesia.

H. Ghazali dikenang bukan hanya sebagai pendiri, melainkan juga Ketua Karang Taruna Nasional pertama, dengan kiprah yang berangkat dari keresahan sosial di tengah masyarakat.

Ziarah ke Makam H. Ghazali

Selain peresmian nama jalan, rangkaian acara juga diisi dengan ziarah ke makam H. Ghazali yang berada di Kecamatan Dramaga.

Momentum ini sekaligus menjadi ajang refleksi bagi para pengurus Karang Taruna untuk kembali mengingat nilai perjuangan yang diwariskan pendirinya.

“Jangan sampai kita lupa. Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kita patut berbangga dengan lahirnya Karang Taruna atas gagasan dan ide pemikiran H. Ghazali,” kata ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan.

Karang Taruna sendiri resmi berdiri pada 1965 di Kampung Melayu, Jakarta.

Organisasi ini muncul dari kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, terutama terkait remaja, anak yatim, hingga lansia.

Menurut Heri, gagasan H. Ghazali pada masa itu berangkat dari keprihatinan yang mendalam terhadap masalah sosial yang kurang mendapat perhatian.

“Beliau melihat adanya keresahan sosial, mulai dari remaja, anak yatim, hingga lansia. Dari situlah lahir gagasan untuk membentuk wadah kepemudaan yang peduli dan mampu bergerak di tengah masyarakat,” jelasnya.

Kini, di usia 65 tahun, Karang Taruna telah berkembang menjadi organisasi sosial kepemudaan yang hadir hingga ke tingkat desa bahkan RW.

Peranannya bukan hanya sebatas wadah pemuda, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial dan kebangsaan.

“Hari ini Karang Taruna sudah 65 tahun. Ini bukan usia muda, melainkan usia yang cukup tua bagi sebuah organisasi sosial. Selama ini Karang Taruna terus membersamai kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke akar rumput,” ungkap Heri Gunawan.

Heri menilai, jasa besar H. Ghazali sangat pantas mendapatkan pengakuan yang lebih tinggi, bahkan hingga tingkat nasional.

Menurutnya, perjuangan pendiri Karang Taruna bukan hanya berdampak di lingkup lokal, tetapi juga berkontribusi bagi bangsa secara keseluruhan.

“Tentu ini kebanggaan kita semua. Maka saya pikir, sangat layak jika H. Ghazali ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Selain itu, kami juga berharap agar makam beliau bisa dijadikan cagar budaya, sehingga generasi mendatang tidak melupakan sejarah,” tutupnya.