Beritabogor24jam.com – Kota Bogor mencuri perhatian dengan terus menjaga keberlanjutan lingkungan agar berpotensi menjadi Kota Hijau Pertama di Asia yang diakui UNESCO.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan sejak awal perencanaan tata kota, Bogor telah mengusung konsep ruang hijau sebagai fondasi utama pembangunan, dengan Kebun Raya Bogor menjadi pusat dari seluruh aktivitas perkotaan.
Pendekatan ini dinilai memiliki nilai internasional yang jarang ditemui di kota-kota besar lain, bahkan hanya ada perbandingan sekelas Central Park di New York.
Menurut Dedie Rachim, yang membuat Bogor berbeda bukan sekadar Kebun Raya sebagai taman fisik, melainkan filosofi perencanaan kota yang menjadikan Kebun Raya sebagai pusat kota.
Identitas ekologis dan budaya yang melekat pada Kota Bogor, kata dia, menjadikannya kota hijau dengan kekhasan tata kota yang sangat langka di dunia.
“Jadi Bogor punya potensi untuk mengajukan kepada UNESCO untuk dijadikan sebagai salah satu kota hijau pertama di Asia yang memiliki internasional value, karena berdasarkan perencanaan sejak awal, Bogor itu menjadikan Kebun Raya sebagai pusat kota dan di dalam perencanaan perkotaan, ini jarang ada, hanya ada Bogor dan New York,” ujar Dedie Rachim.
Peluang Bogor Menjadi Pionir Kota Hijau Asia
Selain aspek lingkungan, Bogor kaya akan nilai sejarah, sosial, dan budaya yang menguatkan identitasnya di mata dunia.
Dedie menegaskan bahwa keunikan tersebut bukan sekadar pencapaian fisik, melainkan representasi dari cara hidup yang harmonis dengan alam.
Dengan semua keunggulan tersebut, Bogor dinilai layak melangkah ke panggung internasional sebagai percontohan kota hijau yang bernilai tinggi.
Jika berhasil mendapatkan pengakuan dari UNESCO, Bogor akan menjadi pionir kota hijau di Asia sekaligus inspirasi bagi kota-kota lain dalam membangun masa depan yang lebih lestari.










