Beritabogor24jam – Pemerintah Kabupaten Bogor semakin serius membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh tingkatan wilayah. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni desa dan lingkungan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Bantuan Keuangan Akselerasi Pengelolaan Sampah sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan sampah secara sistematis. Pemerintah daerah menilai, pendekatan kolaboratif menjadi kunci untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, pengelolaan sampah dilakukan dari hulu hingga hilir, mencakup pengurangan sampah sejak dari sumber, peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, hingga penguatan sarana dan prasarana pendukung di tingkat desa. Peran aktif RT/RW juga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Selain itu, bantuan keuangan desa diarahkan untuk mendukung berbagai program lingkungan, termasuk penguatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang berbasis kewilayahan. Upaya ini turut diperkuat melalui kompetisi antar wilayah guna mendorong inovasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Pemkab Bogor juga menyiapkan langkah penataan terhadap TPS ilegal agar dapat dikelola secara lebih tertib dan terintegrasi. Dengan strategi ini, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang efektif, sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, dengan dukungan anggaran yang mulai direalisasikan pada Juni 2026.(dan)