Beritabogor24jam.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat lonjakan kejadian bencana alam dalam tiga hari pertama bulan Desember 2025.

Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah membuat kasus angin kencang, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga banjir kembali meningkat.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin mengungkap bahwa total 50 bencana terjadi pada periode 1 hingga 3 Desember 2025.

“Selama 3 hari dari 1–3 Desember 2025 sudah ada 50 bencana alam,” ujar Jalaludin, Jumat, 5 Desember 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tren bencana hidrometeorologi masih tinggi seiring intensitas curah hujan yang meningkat di awal musim penghujan.

Rincian Bencana di Kabupaten Bogor

Data BPBD Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa sepanjang 1–2 Desember terdapat 37 kejadian bencana di wilayah tersebut.

Dari total angka tersebut, peristiwa angin kencang mendominasi dengan jumlah 27 kejadian, menyapu berbagai permukiman dan menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada rumah warga.

Selain angin kencang, tercatat pula enam kejadian tanah longsor. Longsor terjadi di daerah rawan lereng curam yang mulai jenuh air akibat curah hujan tinggi.

Dua pergerakan tanah juga muncul di sejumlah titik, serta dua banjir yang tersebar di 31 desa pada 17 kecamatan.

Kombinasi peristiwa ini menambah daftar wilayah yang perlu dilakukan pemantauan lebih erat oleh pihak BPBD.

Memasuki tanggal 3 Desember 2025, cuaca ekstrem kembali menyebabkan 13 kejadian bencana baru.

Delapan di antaranya merupakan peristiwa angin kencang yang melanda beberapa wilayah seperti Caringin, Jonggol, Gunung Putri, Citeureup, Tajurhalang, Cijeruk, dan Cibinong.

“Sisanya, lima tanah longsor terjadi di Kecamatan Nanggung, Sukajaya, dan Cijeruk,” kata dia.

Angin kencang yang terjadi secara beruntun di berbagai kecamatan ini mengindikasikan adanya anomali cuaca yang memperkuat potensi bencana serupa dalam beberapa hari ke depan.

Kendati jumlah bencana cukup tinggi, BPBD Kabupaten Bogor memastikan seluruh kejadian telah ditangani dengan cepat.

Petugas lapangan langsung bergerak melakukan evakuasi, pemotongan pohon tumbang, pembersihan material longsor, hingga pengecekan struktur bangunan yang terdampak.

BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan tidak ada korban atau kerusakan besar yang luput dari laporan.

Langkah mitigasi tambahan juga mulai diterapkan di beberapa titik rawan.

Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, Jalaludin mengingatkan, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang sering mengalami angin kencang dan longsor.

“Kami harap masyarakat selalu waspada dimanapun berada, jangan berteduh di bawah pohon jika ada angin kencang. Mengingat, angin kencang paling sering terjadi belakangan ini,” tutupnya