Beritabogor24jam.com – Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Kawasan Tegar Beriman, Cibinong, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menutup seluruh jalur tanpa pengecualian.

Permintaan ini muncul karena masih adanya kendaraan yang melintas di jalur lambat saat CFD berlangsung.

Seorang warga bernama Leo, asal Bojonggede, mengungkapkan kekesalannya lantaran CFD yang seharusnya bebas kendaraan justru masih menyisakan jalur yang terbuka. Ia menilai pelaksanaan CFD tidak maksimal.

“Ya, kalau mau full CFD itu ya tutup semua 6–10, ya sudah tutup total. Jangan separo-paro. Ini kasihan juga yang lewat, kasihan yang bawa kendaraan. Kalau ditutup, ya tutup. Jangan ada yang lewat,” ujar Leo di Cibinong, Senin, 24 November 2025.

Leo juga menyoroti potensi ekonomi dari penutupan total jalur CFD. Ia menyebut kebijakan tersebut bisa membuka lebih banyak ruang bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Mendingan tutup full. Jadi bisa UMKM di sebelah jalur sana (jalur lambat) nambah UMKM-nya,” ucapnya.

Menurutnya, CFD yang benar-benar bebas kendaraan dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung dan memperluas lapak.

Dukungan Penutupan Total dengan Catatan Soal Parkir

Hal serupa diungkapkan Gary (40), warga lainnya yang mendukung diberlakukannya CFD tanpa kendaraan sama sekali.

Dia, menilai udara akan lebih bersih dan kegiatan masyarakat lebih nyaman jika tidak ada mobil yang melintas.

“Ke depannya sih emang harusnya nggak ada mobil biar seger, nggak ada knalpot yang bau-bau gitu,” katanya.

Namun, Gary meminta Pemkab Bogor tidak serta-merta menerapkan kebijakan tersebut tanpa menyiapkan solusi parkir yang memadai.

Menurutnya, CFD tetap harus mempertimbangkan kebutuhan warga yang datang menggunakan kendaraan.

“Kalaupun ditutup harus dipikirkan lagi karena yang jalan gini juga ada yang bawa kendaraan. Dibikinin lagi tempat parkirnya,” tutur Gary.

Baik Leo maupun Gary berharap Pemkab Bogor dapat segera melakukan uji coba penutupan penuh jalur pada CFD pekan depan.

Mereka menilai, kebijakan tersebut harus diuji terlebih dahulu untuk melihat efektivitasnya.

“Ya, kalau belum dicoba kan nggak tahu. Coba aja dulu tutupnya,” tandasnya.