Bupati Bogor Rudy Susmanto, menargetkan untuk membangun 500 dapur demi mendukukg program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor.

Beritabogor24jam – Menurut Bupati Bogor, Rudy Susmanto pembangunan dapur MBG, sebagai upaya percepatan peningkatan gizi anak sekolah di Kabupaten Bogor.

Rudy mengungkapkan, pada awalnya, kebutuhan dapur MBG di Kabupaten Bogor sebanyak 360 unit. Namun, mengingat luas wilayah dan kondisi geografis yang beragam, jumlah itu akan ditambah.

“Melihat kondisi wilayah, ada beberapa sekolah yang letaknya terpencil, sehingga satu dapur tidak cukup melayani beberapa sekolah sekaligus. Oleh karena itu, kami perkirakan total kebutuhan dapur mencapai sekitar 500 unit,” kata Rudy Susmanto, Senin 7 Juli 2025.

Ia menegaskan, Pemkab Bogor telah menyiapkan berbagai langkah percepatan, di antaranya memfasilitasi tim verifikasi dan validasi pendirian dapur MBG dengan menyediakan ruangan khusus di Kantor Bupati Bogor.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) melalui koperasi Korpri untuk berperan aktif dalam penyediaan dapur MBG.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik kelompok maupun individu, untuk bersama-sama mendukung program ini. Bahkan aset-aset pemerintah daerah yang belum dimanfaatkan akan kami fasilitasi untuk digunakan sebagai lokasi dapur makan bergizi,” ujar Rudy.

Menurutnya, program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat yang harus segera direalisasikan di daerah, termasuk Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Korpri Kabupaten Bogor periode 2024-2029, Ajat Rochmat Jatnika menyatakan komitmennya untuk turut mendukung penyediaan dapur MBG.

“Kami dari Korpri siap berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam memenuhi target penyediaan dapur makan bergizi. Ini menjadi tantangan sekaligus komitmen kami sebagai bagian dari mendukung program nasional, termasuk Asta Cita Presiden,” kata Ajat.

Diketahui, Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas pelaksanaan Program MBG secara nasional, mengingat wilayah ini merupakan yang terluas di Jawa Barat sekaligus memiliki jumlah peserta didik terbanyak di Indonesia, mencapai hampir satu juta siswa. (***)