Beritabogor24jam – Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, tengah meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
Camat Tenjo, Yudi Utomo, secara khusus menyoroti wilayah Kampung Bojong, daerah historis pernah mengalami banjir besar pada tahun 2004 dan 2008.
“Secara umum wilayah Tenjo memang tidak terlalu rawan banjir atau longsor. Namun, khusus untuk Kampung Bojong, kami tetap menjadikannya perhatian utama karena memiliki catatan sejarah banjir yang cukup parah,” ujar Yudi kepada awak media, pada Selasa, 15 Juli 2025.
Untuk memaksimalkan kesiapsiagaan, pihak kecamatan terus memperkuat koordinasi dengan sejumlah unsur seperti pemerintah desa, Satpol PP, BPBD, hingga posko kebencanaan tingkat kabupaten.
Komunikasi cepat dan tanggap difasilitasi melalui grup WhatsApp lintas instansi, sebagai bagian dari sistem peringatan dini berbasis laporan warga.
“Setiap ada laporan warga mengenai cuaca ekstrem, akan segera kami tindak lanjuti. Koordinasi langsung dilakukan untuk meminimalisir dampak,” jelas Yudi.
Lebih lanjut, dia mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelaporan potensi bencana.
Pihaknya juga menegaskan bahwa, keterlibatan warga sangat penting untuk mempercepat proses mitigasi.
Pemkab Bogor Siagakan Tim Tanggap Bencana
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sendiri telah merespon potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek, termasuk Kabupaten Bogor.
“Kami sudah mengerahkan seluruh tim penanganan bencana untuk siaga di lapangan. Seluruh petugas kami standby penuh,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Langkah ini diambil menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan adanya anomali atmosfer penyebab mundurnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Potensi curah hujan tinggi, genangan air, hingga longsor lokal menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang belum optimal.










