Beritabogor24jam.com – Kondisi infrastruktur di pedesaan viral setelah beredar video menampilkan kerusakan jalan di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Jalan penghubung Kampung Lemah Beureum dan Kampung Ciawi, yang baru beberapa pekan lalu dihotmix, kini terlihat retak dan bergelombang di sejumlah titik.

Padahal, proyek pengaspalan jalan tersebut dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp106 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II tahun 2025.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas permukaan aspal di beberapa bagian sudah retak dan bergelombang, meskipun proyek baru saja dilaksanakan.

Warga pun mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran, serta kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak pelaksana.

Proyek Disebut Belum Rampung

Kasi Pemerintahan Kecamatan Cigudeg, Heri Yusuf, membenarkan lokasi jalan tersebut berada di Desa Banyuresmi.

Pihaknya mengaku, akan segera melakukan pengecekan lapangan bersama pemerintah desa.

“Nanti kami cek langsung ke desa, karena ini menjadi tanggung jawab pemerintah setempat,” ujarnya pada Rabu, 23 Juli 2025.

Menurut Heri, berdasarkan jadwal pelaksanaan, proyek pengaspalan jalan ini seharusnya belum sepenuhnya selesai.

Namun, munculnya kerusakan lebih awal membuat pihak kecamatan segera turun tangan untuk berkoordinasi dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Banyuresmi.

“Kalau yang mengerjakan hotmix itu memang orang Desa Banyuresmi, kami akan cek kembali proses pekerjaannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ajat selaku pelaksana kegiatan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Banyuresmi mengakui beberapa titik jalan memang mengalami kerusakan.

Ia beralasan, kerusakan dipicu oleh kendaraan berat, seperti truk bermuatan kayu, yang sering melintas di jalur tersebut.