Beritabogor24jam.com – Sejumlah SPBU Shell di wilayah Kabupaten Bogor terancam menghentikan operasional akibat keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini membuat para karyawan resah karena berpotensi kehilangan pekerjaan jika distribusi tidak segera normal.
Seorang petugas SPBU Shell Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, berinisial M, mengatakan stok BBM di tempatnya masih tersedia, namun hanya cukup hingga awal Oktober.
“Iya alhamdulillah stok aman tapi sampe awal Oktober doang,” ujarnya, Jumat, 19 September 2025.
Menurut M, sejumlah SPBU Shell di Kota Bogor bahkan sudah kehabisan pasokan sejak beberapa hari terakhir.
Hal ini, kata dia, berdampak langsung pada pekerja yang harus dirumahkan karena tidak ada aktivitas operasional.
“Iya kalo sampe Oktober belum normal lagi ya pada nganggur lagi. Bogor kota mah udah kosong dari kemaren. Yang jadi korban kan karyawannya, kasian,” ungkapnya.
Karyawan Mulai Dirumahkan
M menuturkan, satu SPBU biasanya mempekerjakan 6–8 orang. Namun karena keterbatasan pasokan, sebagian pekerja sudah dipulangkan.
“Yang bertahan paling mekanik-mekaniknya. Kalau bagian depan itu udah pada dikeluarin, dirumahkan,” jelasnya.
Ia juga menyebut, jenis BBM tertentu seperti V-Power kini kosong dari pusat. SPBU Shell bahkan diarahkan membeli pasokan dari Pertamina.
Namun, menurut M, langkah tersebut berisiko menurunkan kualitas layanan.
“Iya emang kosong dari sananya. Bayangin sekarang kita disuruh beli di Pertamina, berarti kalo beli di sana kan ngebohongin customer, sama aja,” katanya.
Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah
Lebih jauh, M menilai kebijakan pemerintah turut berdampak besar terhadap nasib para pekerja.
“Bayangin itu berapa karyawan yang nganggur gara-gara menteri. Bogor aja udah berapa, Yasmin aja 6, Semeru 4, Gunung Putri 4, itu baru satu PT, belum yang lainnya,” ucapnya.
Dia menegaskan, jika pasokan tidak kembali normal hingga Oktober, maka SPBU Shell dipastikan tidak bisa beroperasi.
“Iya kosong lah, pasti nggak bakal jualan. Shell kalau mau jualan harus beli ke Pertamina. Cuma orang Shell juga bingung, kalo beli ke Pertamina kualitas kita ilang, dong. Cuma bisa kasih pelayanan doang, kualitas bensinnya udah enggak,” tegasnya.
Sebagai informasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta SPBU swasta seperti Shell maupun BP yang mengalami kekurangan pasokan BBM untuk segera berkolaborasi dengan Pertamina.
Tujuannya, memastikan ketersediaan bahan bakar dan mencegah kelangkaan di masyarakat.
“Kenapa? Karena ini terkait dengan hajat hidup orang banyak. Cabang-cabang industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu tetap harus dikontrol oleh negara, supaya semuanya baik,” kata Bahlil.
Bahlil sendiri mengklaim, pemerintah telah menambah kuota impor BBM sebesar 10 persen di tahun ini bagi SPBU swasta.
“Contoh, 2024 si perusahaan A mendapat 1 juta kiloliter. Di 2025 kita memberikan kuota impor 1 juta kiloliter plus 10 persen, berarti 1 juta 100 kiloliter. Jadi, sangatlah tidak tepat kalau dikatakan kuota impornya tidak kita berikan,” jelasnya.










