Beritabogor24jam.com – Siapa sangka limbah ampas tapioka yang bau menyengat bisa berubah menjadi produk laris?

Mahasiswa PKM Universitas Djuanda (Unida) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kelompok 12 berhasil menciptakan briket aromatik yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai jual tinggi.

Inovasi ini diperkenalkan melalui demo dan pelatihan di RW 06 Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor.

Warga diajarkan cara mengolah ampas tapioka menjadi briket dengan aroma khas yang menenangkan saat dibakar, berbeda dari bau menyengat yang biasanya muncul.

“Dulu ampas tapioka di sini cuma numpuk, dibuang, atau dijual murah. Sekarang bisa jadi produk bermanfaat dan bernilai jual,” kata Cucu Ratnasih, anggota Tim PKM Unida.

Warga Antusias Ikut Pelatihan

Program ini langsung menarik perhatian warga. Banyak yang berniat memproduksi briket sendiri, bahkan ada yang mengusulkan pembentukan kelompok usaha pengolahan limbah.

“Kalau aromanya wangi, pasti banyak yang mau beli,” ujar Ibu Siti Hasanah, peserta pelatihan.

Selain mengurangi limbah organik, program bertema ‘Dari Limbah Jadi Laba’ ini juga membuka peluang usaha baru di desa.

Briket tersebut juga cocok untuk kebutuhan rumah tangga, warung makan, hingga industri rumahan.