Beritabogor24jam.com – Seorang pekerja bangunan bernama Toha (30) tewas tersambar petir di gerbang Citrus Perumahan Podomoro, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Saat itu, ia edang melakukan pekerjaan perbaikan, pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 14.30 WIB.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, membenarkan adanya laporan warga terkait peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut.
Menurutnya, cuaca ekstrem dan ketidakpastian kondisi atmosfer pada siang hari menjadi salah satu faktor yang mengundang bahaya bagi pekerja yang beraktivitas di area terbuka maupun di ketinggian.
Detik-Detik Kejadian
Peristiwa bermula ketika korban sedang bekerja bersama dua rekannya, Saean dan Umar.
Ketiganya sedang berada di atas gerbang perumahan untuk melakukan perbaikan rutin.
Meski langit tampak cerah dan terik matahari cukup menyengat, tanda-tanda bahaya justru muncul secara tiba-tiba.
Namun, kata Yudi, meskipun cuaca terlihat panas, suara gemuruh petir sempat terdengar sebelum kejadian terjadi.
“Diwaktu kejadian cuaca panas, tapi gemuruh petir sempat terdengar sebelum kejadian,” ungkap Yudi Santosa saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Desember 2025.
Tidak lama setelah suara gemuruh tersebut terdengar, sambaran petir menyambar tubuh korban dengan sangat kuat.
Posisi korban yang berada di ketinggian, ditambah kondisi tubuh yang bersentuhan dengan material konstruksi, diduga menjadi pemicu fatalnya insiden tersebut.
Petir menyasar bagian dada korban dengan kekuatan destruktif. Bahkan, ponsel yang disimpan korban di dalam saku pakaian ikut hancur akibat tingginya arus listrik yang mengalir.
“Dada korban serta handphone korban yang berada di kantong turut hancur tersambar petir,” kata dia.
Rekan-rekan korban yang berada di lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan, namun kondisi Toha sudah tidak memungkinkan.
Tubuh korban sendiri tergeletak tanpa respons, dan tanda-tanda vital menunjukkan kondisi fatal.
Petugas Puskesmas Tenjo yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal dan memastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa.
“Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat setelah di evakuasi dan dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas Puskesmas Tenjo,” jelas dia.
Jenazah Toha kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Tenjo untuk disemayamkan.










