Beritabogor24jam – Setiap hari Sabtu, pendopo baru di kawasan Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, kini bukan sekadar bangunan kosong.
Tempat ini berubah menjadi ruang diskusi sejarah, tempat sekelompok warga berkumpul untuk mengikuti kegiatan literasi sejarah.
Inisiatif tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian warga agar pendopo yang dibangun pemerintah tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan edukatif.
Kegiatan Sabtu Literasi diawali dengan membaca dan mengkaji literatur sejarah yang relevan dengan kawasan Jasinga.
Saat ini, komunitas tengah membedah monograf karya Djoko Marihandono dan Juwono berjudul “Perlawanan Rakyat Banten Melawan Imperialisme: Kepahlawanan Pangeran Mangkubumi Wargadireja”.
Buku ini dipilih karena dianggap memiliki hubungan historis dengan Jasinga yang secara geografis dan historis memiliki keterkaitan erat dengan wilayah Banten.
“Tujuannya untuk mencari hubungkait sejarah terkait perjalanan Jasinga itu sendiri,” ujar salah seorang warga Jasinga, Wildan, Kamis, 17 Juli 2025.
Selain menggali sumber tertulis, komunitas juga menelusuri sejarah lisan melalui cerita-cerita rakyat atau folklor yang disampaikan oleh para sesepuh (kokolot) Jasinga dan sekitarnya.
Salah satu sumber yang turut dikaji adalah catatan perjalanan Jonathan Rigg yang sempat mendokumentasikan kondisi Jasinga pada masa lampau.
Meski kegiatan masih dalam tahap awal dan belum ramai, semangat untuk menggali kembali akar sejarah lokal terus tumbuh.
Komunitas berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar bersama serta memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah kampung halamannya.










