Beritabogor24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan Pemerintah Daerah akan menanggung seluruh biaya perawatan korban ambruknya bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

“Tentunya kami hari ini penanganan korban terlebih dahulu. Tapi Pemkab Bogor terkait seluruh pembiayaan rumah sakit akan kami membantu dan bertanggung jawab penuh,” ujar Rudy, Minggu, 7 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang terjadi saat peringatan Maulid Nabi.

Acara yang dihadiri sekitar 150 jemaah tersebut berlangsung di bangunan Majelis Taklim yang berdiri di tepi tebing.

“Turut berdukacita yang sebesar-besarnya. Telah terjadi musibah di Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas. Yang sedang melaksanakan maulid nabi. Karena tempat cukup terbatas, peserta terisi penuh baik di dalam maupun di luar,” jelasnya.

Menurut keterangan Rudy, sebagian jemaah berada di pelataran luar bangunan yang berdiri di pinggir tebing.

Kelebihan kapasitas membuat struktur bangunan tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk.

“Yang ada di pelataran luar kebetulan terasnya berdiri di pinggiran tebing. Karena kelebihan kapasitas maka terjadi bencana, tempat tersebut roboh dan mengakibatkan tiga meninggal serta 84 orang luka ringan hingga berat,” kata Rudy.

Daftar Korban Jiwa

Tragedi tersebut menewaskan tiga orang jemaah. Mereka adalah Irni Susanti, Wulan, dan Nurhayati.

Dua korban meninggal dunia di RS PMI, sementara satu lainnya meninggal di RS Medika Dramaga.

Sejumlah jenazah juga telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan.

Selain itu, total ada 54 korban luka-luka yang kini menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di Bogor.

Lebih lanjut, kata Rudy, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat maupun penyelenggara kegiatan agar lebih memperhatikan kondisi lokasi acara, terutama bila melibatkan jumlah massa yang besar.

“Semoga jadi pengalaman kita bersama. Bogor cukup luas dan masyarakat sangat antusias memeriahkan hari besar Maulid Nabi. Namun jangan sampai tujuan baik kita justru berdampak kurang baik,” ujarnya.

Terkait kondisi bangunan, Rudy menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk tindak lanjut ke depan.

Namun, fokus utama saat ini adalah penanganan korban bersama aparat TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat sekitar.

“Kami tentu akan tindaklanjuti bersama SKPD terkait. Tetapi hari ini kami fokus bersama TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat membantu penanganan korban secara bersama,” tegasnya.