Beritabogor24jam – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah awal mendorong efisiensi energi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik. Kebijakan ini dijalankan perdana pada hari Jumat dan merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa pelaksanaan hari pertama WFH berjalan lancar dan tetap terkendali. Dari total ASN, sekitar 2.130 orang atau sekitar 10 persen menjalankan sistem kerja dari rumah, sementara sebagian lainnya tetap bekerja di kantor sesuai kebutuhan pelayanan.

Tidak semua perangkat daerah menerapkan WFH secara penuh. Sejumlah unit yang bersifat pelayanan langsung kepada masyarakat tetap menjalankan Work From Office (WFO) 100 persen, termasuk rumah sakit, BPBD, Damkar, dan Satpol PP. Bahkan, beberapa kecamatan seperti Tenjo dan Cigombong tidak menerapkan WFH demi menjaga stabilitas layanan di wilayah tersebut.

Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Puskesmas dan rumah sakit tidak terdampak kebijakan ini, sementara pegawai administratif menjalankan sistem kerja bergiliran dengan dukungan teknologi digital seperti rapat daring dan tanda tangan elektronik.

Pemanfaatan teknologi juga diperkuat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, sehingga koordinasi dan administrasi tetap berjalan efektif. Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis kebijakan WFH ini tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mendorong budaya kerja yang lebih fleksibel dan adaptif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.(dan)