Beritabogor24jam – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong peningkatan daya saing produk perikanan daerah agar mampu menjangkau pasar internasional. Upaya tersebut salah satunya terlihat dari produk olahan cumi dan sotong beku asal Kecamatan Caringin yang saat ini telah dipasarkan ke Jepang.

Penguatan mutu menjadi perhatian penting untuk menjaga keberlanjutan akses pasar ekspor. Melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Pemkab Bogor memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar proses produksi memenuhi prinsip higiene, sanitasi, keamanan pangan, serta standar pengolahan yang dipersyaratkan pasar internasional.

Pembinaan dilakukan melalui pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP), Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) di PT Darma Mulia Makmur, Kecamatan Caringin, Senin (1/9). Kegiatan tersebut menghadirkan Petugas Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Diskanak Kabupaten Bogor.

Penerapan GMP, SSOP dan HACCP mencakup berbagai aspek, mulai dari praktik produksi yang baik, penerapan sanitasi, hingga identifikasi dan pengendalian potensi bahaya dalam proses pengolahan. Dengan penerapan standar tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu mempertahankan kualitas produk secara konsisten.

PT Darma Mulia Makmur yang berdiri sejak 2022 bergerak dalam pengolahan cephalopoda beku berupa cumi dan sotong, dengan seluruh produksinya diekspor ke Jepang. Keberhasilan produk tersebut menembus pasar ekspor menjadi peluang untuk memperluas pengembangan sektor perikanan Kabupaten Bogor serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.(dan)