Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan rencana besar untuk mengembangkan empat wilayah strategis, timur, barat, utara, dan selatan.
Rencana tersebut masuk dalam program pembangunan jangka menengah yang akan mulai dieksekusi pada tahun 2026.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan sederet proyek strategis kini tengah disiapkan secara terukur.
Menurutnya, perencanaan lintas wilayah ini akan menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan lima tahun ke depan.
“Pertama rencana kami 4 tahun ke depan terhadap Bogor Wilayah Timur lalu Bogor Wilayah Barat, Bogor Wilayah Utara, Bogor Wilayah Selatan,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis, 27 November 2025.
Pengembangan Bogor Selatan
Untuk wilayah Bogor Selatan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan Jalan Telaga Warna Sentul (Tawasul), jalur strategis yang menghubungkan Megamendung hingga Cisarua.
Ruas ini dinilai penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas jalur wisata Puncak serta membuka akses ekonomi bagi warga sekitar.
Tahapan awal pembangunan Jalan Tawasul akan dimulai pada tahun 2026 dan telah masuk dalam perencanaan teknis serta pembiayaan daerah.
Proyek itu sendiri digadang-gadang menjadi salah satu penopang mobilitas masyarakat dan penguatan sektor pariwisata di kawasan Puncak.
Serah Terima 63,5 Hektare di Bogor Timur
Pengembangan besar juga tengah disiapkan untuk wilayah Bogor Timur.
Rudy mengungkapkan, pemerintah baru saja menandatangani kesepakatan serah terima lahan seluas 63,5 hektare yang sebelumnya masuk dalam proyek Biotown.
“Untuk Timur malam hari ini tadi kita menandatangani kesepakatan bersama MOU serah terima 63,5 hektare lahan,” ungkap dia.
Meski penetapan wilayah secara resmi sebagai calon ibu kota belum dilakukan, area tersebut kini difokuskan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Wilayah Timur.
Tahapan pengembangan akan dimulai pada 2026 dan sudah tercantum dalam rancangan APBD 2026.
Revitalisasi Jalan Strategis Citeureup–Sukamakmur Dimulai 2026
Selain itu, pemerintah pusat juga akan memulai pembangunan revitalisasi jalan dari Citeureup hingga Sukamakmur melalui mekanisme Instruksi Jalan Daerah (IJD).
Pembangunan ini dijadwalkan berjalan mulai akhir November hingga awal Desember 2026.
“Pemerintah pusat di akhir bulan November di awal Desember 2026 mulai melakukan tahapan pembangunan revitalisasi jalan dari mulai Citeureup hingga ke Sukamakmur melalui mekanisme IJD,” beber Rudy.










