Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya untuk mendukung program nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus menjawab persoalan energi dan lingkungan.
Langkah tersebut juga selaras dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang mengingatkan pemerintah daerah, agar serius mengimplementasikan program transformasi sampah menjadi energi.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis, 17 Juli 2025, Mendagri Tito Karnavian menekankan, pengelolaan sampah harus dilakukan menyeluruh.
Di tingkat hulu, masyarakat diminta untuk disiplin memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
Sementara di hilir, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyediakan lahan minimal lima hektare, sistem pengangkutan, serta pembiayaan melalui APBD.
“Daerah harus menyiapkan lahan minimal lima hektare, sistem pengangkutan, dan pembiayaan melalui APBD. Kalau produksi sampah di bawah 1.000 ton per hari, maka harus bekerja sama dengan daerah lain,” jelas Tito.
Dua Lokasi Strategis Disiapkan untuk PSEL
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Bogor segera menyiapkan dua lokasi utama, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga dan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Nambo.
Kedua lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah modern di Kabupaten Bogor.
“TPA Galuga menjadi salah satu opsi utama karena selain digunakan bersama Pemkot Bogor, juga memungkinkan untuk ditata ulang dalam mendukung program pengolahan sampah menjadi energi,” ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
TPAS Nambo disebut sebagai aset penting karena memiliki luas 55 hektare, dengan 15 hektare di antaranya milik Pemkab Bogor.
Lokasi ini dinilai strategis untuk pengembangan fasilitas PSEL. Saat ini, Pemkab Bogor tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan tidak menutup kemungkinan menggandeng Pemerintah Kota Depok.
“Kami juga sedang menyusun sistem pengangkutan dan kuota harian sampah agar proses pengolahan berjalan maksimal,” tambah Rudy.
Target Kurangi Timbunan Sampah 2.800 Ton per Hari
Kabupaten Bogor saat ini menghadapi tantangan besar dengan timbunan sampah mencapai 2.800 ton per hari.
Sayangnya, baru sekitar 27 persen sampah yang dapat dikelola secara optimal.
Melalui program PSEL, Pemkab menargetkan, peningkatan signifikan dalam pengumpulan dan pemrosesan sampah.
“Kami siap dari sisi perencanaan, pengangkutan, hingga regulasi. Ini menjadi langkah besar bagi Kabupaten Bogor dalam menuntaskan persoalan sampah,” tegas Rudy.










