Kabupaten Bogor-beritabogor24jam//06.06.2025

Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggenjot pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bogor, yang terletak di Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, Masjid Agung ini ditargetkan dapat dimanfaatkan pada Desember 2025.

“Masjid Agung saat ini sedang dalam pelaksanaan. Doakan mudah-mudahan semuanya bisa selesai sesuai dengan rencana, yaitu pada bulan Desember sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Ajat, Jumat (6/6/2025).

Berbeda dengan proyek besar lainnya, pembangunan Masjid Agung ini tidak diawali dengan seremoni peletakan batu pertama. Menurut Ajat, seremoni akan dilakukan saat peresmian, setelah bangunan selesai.

“Tidak ada seremoni batu pertama. Nanti langsung diresmikan saja begitu selesai,” jelasnya.

*Pembangunan Bertahap, Target Rampung 2 Tahun*

Ajat menyampaikan, pembangunan Masjid Agung dilakukan secara bertahap. Berdasarkan penjelasan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), penyelesaian keseluruhan proyek diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun.

“Dari penjelasan DPKPP, mungkin belum selesai tahun ini. Bisa dua tahun (untuk rampung seluruhnya),” terangnya.

*Fokus 2025: Bangunan Masjid, Pagar, Menara, dan Kawasan Sekitar*

Untuk tahun 2025, Ajat menyebut, pembangunan akan mencakup struktur utama masjid, pagar, area sekitar, serta menara masjid. Namun, beberapa elemen seperti miniatur Ka’bah kemungkinan masih akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

*Menjadi Pusat Pembinaan Haji dan Umrah*

Menariknya, Pemkab Bogor memiliki visi besar menjadikan Masjid Agung ini sebagai pusat pembinaan haji dan umrah. Hal ini selaras dengan harapan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

“Pak Bupati ingin masjid ini menjadi pusat pembinaan ibadah haji dan umrah. Jadi, nantinya akan ada aktivitas yang memudahkan masyarakat mengenal tata cara ibadah tersebut. Apalagi jemaah haji kita termasuk yang terbesar di Indonesia,” tutur Ajat.

Lebih lanjut, Ajat menerangkan, terkait penamaan masjid, hingga saat ini belum ada nama resmi yang ditetapkan. Ajat memastikan bahwa keputusan nama akan melibatkan tokoh masyarakat dan alim ulama.

“Nama masjid belum didefinitifkan. Nanti Pak Bupati pasti akan meminta pendapat dari para ulama dan tokoh masyarakat,” pungkasnya.