Beritabogor24jam.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 18 November 2025 menimbulkan dampak kerusakan fasilitas umum.
Salah satunya dialami SDN Gunung Putri 05, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, setelah pagar sekolah tersebut runtuh sekitar pukul 16.30 WIB.
Runtuhan pagar sempat menutupi akses jalan di sekitar lokasi dan menimbulkan kekhawatiran bagi warga maupun pihak sekolah terkait keselamatan para siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kepala Sekolah SDN Gunung Putri 05, Supriyadi, mengungkap bahwa robohnya pagar tersebut dipicu oleh kombinasi hujan deras berkepanjangan dan kondisi bangunan yang sudah berusia cukup tua.
“Ujan deras dengan intensitas tinggi ya, durasinya juga cukup lama menyebabkan roboh,” ujar Supriyadi saat ditemui di lokasi, Rabu, 19 November 2025.
Ia menambahkan, struktur pagar tersebut juga memang tidak lagi dalam kondisi prima.
“Kondisi bangunan juga sudah lama dan agak rapuh, sehingga saat tertimpa hujan yang cukup banyak terjadilah itu,” sambungnya.
Pagar Merupakan Bangunan Swadaya Warga
Lebih jauh, Supriyadi menjelaskan, pagar sekolah tersebut merupakan bangunan lama hasil swadaya masyarakat.
Hingga kini, beberapa bagian bangunan sekolah termasuk pagar belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.
“Kalo setau saya, itu bangunan swadaya dulunya dari warga, udah sangat lama sebelum tahun 2000an lah,” terang dia.
Dirinya menegaskan, selama menjabat, perawatan hanya dilakukan sebatas kemampuan pihak sekolah.
“Memang belum ada perbaikan, mungkin perbaikan semampunya kita aja, seperti kita variasikan. Tapi untuk bangunan awalnya kita tidak tau persis, yang jelas ketika saya disini, sudah berdiri dan memang dari swadaya masyarakat,” tegas dia.
Sekolah Ajukan Laporan ke Disdik dan Pemerintah Setempat
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak sekolah telah melaporkan kejadian robohnya pagar kepada sejumlah instansi terkait mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pemerintahan desa, hingga kecamatan.
Laporan itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk segera memberikan solusi dan perbaikan.
Supriyadi berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian cepat agar perbaikan dapat segera dilakukan demi keselamatan siswa.
“Mudah-mudahan ini bisa cepat ditindaklanjuti karena sekolah kami butuh kenyamanan dan keamanan dalam kegiatan belajar mengajar dan supaya lebih cepat kondusif,” tandasnya.










