Beritabogor24jam – Kebiasaan menyisakan makanan kerap dianggap hal sepele, padahal berdampak besar bagi lingkungan dan ketahanan pangan. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menghadirkan inovasi digital “Ngupahan” sebagai upaya mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengelola pangan, dimulai dari rumah tangga.

Sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, ngupahan menjadi jembatan antara kesadaran dan aksi nyata. Melalui sistem berbasis aplikasi, masyarakat dapat memilah sisa makanan, membagikan yang masih layak konsumsi, hingga mengolah limbah organik agar tidak berakhir sia-sia. Semua proses dilakukan dalam satu ekosistem yang mudah diakses dan partisipatif.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menekankan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten. Ia menyebut, teknologi dalam Ngupahan bukan sekadar alat, tetapi sarana untuk membangun kebiasaan baru agar masyarakat lebih peduli terhadap nilai pangan.

Sejumlah fitur seperti Piring Berbagi, Bank Kompos, hingga Pojok Edukasi dihadirkan untuk mendukung gerakan ini. Tidak hanya membantu mengurangi sampah, fitur tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sisa pangan.

Sebagai tahap awal, Ngupahan akan diuji coba di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung putri dan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede. Diharapkan, langkah ini mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap makanan yang dihemat adalah kontribusi nyata bagi masa depan lingkungan yang lebih baik.(dan)