Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini menghadirkan nuansa berbeda di ruang publik dengan pemutaran lagu Ibu Pertiwi.
Lagu ‘Ibu Pertiwi’ ciptaan maestro Ismail Marzuki tersebut bakal diputar setiap sore di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, dan sejumlah titik strategis lainnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya menumbuhkan empati sekaligus kesadaran masyarakat terhadap kondisi bangsa yang tengah dihadapkan pada berbagai persoalan sosial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat R. Jatnika, menegaskan inisiatif tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor.
Menurutnya, pemimpin daerah ingin menyalurkan pesan melalui seni yang menyentuh hati.
“Jadi gini, kita harus menggunakan empati kita, pak bupati membawa bekerja dengan hati, kalau kita punya seni tapi tidak tahu arti dari lagi itu, tentunya kita ada sedikit harusnya mendalami,” ujar Ajat kepada wartawan, Selasa, 2 September 2025.
Makna Lirik Ibu Pertiwi Relevan dengan Kondisi Bangsa
Ajat menekankan bahwa, lirik ‘Ibu Pertiwi’ bukan sekadar alunan nada, melainkan pengingat akan kesedihan dan perjuangan bangsa.
Lagu itu diputar rutin setiap pukul 17.00 WIB, saat masyarakat bersiap menutup aktivitas harian.
“Dalam lagu itu, Ibu Pertiwi digambarkan sedang bersusah hati. Kalau kita tarik ke kondisi hari ini, banyak daerah yang biasanya tenang justru turun ke jalan melakukan demonstrasi. Itu bentuk keresahan yang nyata,” jelasnya.
Lebih jauh, Ajat berharap, pemutaran lagu ini mampu menyentuh kesadaran publik.
Dengan begitu, masyarakat dapat bergerak bersama menjaga persatuan dan mencari solusi atas permasalahan bangsa.
“Mudah-mudahan pendekatan ini bisa membuka mata hati. Kita semua sadar ada masalah, lalu bergerak bersama melakukan perbaikan, menumbuhkan empati, dan tidak abai terhadap situasi bangsa,” katanya.
Tak hanya di kawasan perkantoran pemerintahan, Pemkab Bogor juga mendorong pemutaran lagu Ibu Pertiwi di pusat perbelanjaan, toko modern, hingga stasiun.
Pihaknya menyebut, respons publik cukup positif, bahkan beberapa pihak sukarela ikut menggaungkan langkah tersebut.
“Harapannya geser ke mall, geser ke toko modern, hari ini sudah di stasiun sudah tayang, ternyata gampang, tidak usah pake surat-suratan diajak bahwa yu kita bareng-bareng memikirkan Indonesia ini karena lagi bersedih hati,” ungkapnya.
Sekda juga menegaskan, program ini tidak memiliki tenggat waktu tertentu.
Pemutaran lagu Ibu Pertiwi sendiri akan terus dilakukan hingga kondisi bangsa dianggap pulih.










