Beritabogor24jam.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyebut, jumlah kasus tuberkulosis (TBC) di kota hujan mencapai 11.559 kasus hingga tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Bai Kusnadi.

“Hingga tahun 2024, angka kasus TBC di Kota Bogor tercatat masih berada di angka 11.559 kasus,” jelas dia.

Jumlah tersebut, kata dia, menempatkan Kota Bogor sebagai daerah dengan kasus TBC tertinggi keempat di se-Jawa Barat.

“Kota Bogor juga menempati urutan keempat tertinggi se-Jawa Barat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah pusat agar daerah lebih serius dalam menangani kasus TBC,” katanya.

Dinkes Ungkap Faktor Penyebab

Menurut Bai, ada dua faktor utama yang menyebabkan jumlah kasus teridentifikasi cukup tinggi. Pertama, proses penemuan kasus yang berjalan aktif.

Kedua, meningkatnya penemuan kasus berimplikasi langsung pada status kesehatan masyarakat.

“Artinya kita aktif melakukan penemuan kasus. Kedua, dengan adanya penemuan kasus, maka akan berdampak pada status kesehatan kita. Itu yang harus kita atensi,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah pusat telah meminta Kota Bogor melakukan akselerasi program kesehatan.

“Kota Bogor termasuk yang sudah membentuk tim tersebut sejak tahun 2023, dan akan kita review lagi untuk tahun selanjutnya,” ujarnya.

Dengan akselerasi melalui penyusunan rencana aksi daerah dan implementasinya di lapangan, Kota Bogor berupaya memastikan setiap penderita TBC mendapat penanganan yang tepat.

Selain tim khusus, langkah percepatan juga dilakukan melalui penyusunan rencana aksi daerah dan implementasinya di lapangan.

Bai juga menegaskan, hal itu menjadi bukti komitmen Kota Bogor dalam menekan angka TBC.

“Dengan adanya rencana aksi ini, kami ingin memastikan penanganan TBC di Kota Bogor berjalan lebih terarah dan konsisten,” tegasnya.