Beritabogor24jam.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan sebanyak 4.800 pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menjelaskan saat ini baru sekitar 2.600 SPPG yang telah terbangun, atau setara 55 persen dari target keseluruhan.
“Di Jawa Barat sudah terbangun hampir 2.600 SPPG dari target 4.800-an SPPG yang ada di Jabar, artinya sudah 55% SPPG di Jabar terbangun dan yang menerima manfaat sudah lebih dari 7 juta penerima manfaat MBG,” ungkap Erwan, Jumat, 17 Oktober 2025.
Erwan menekankan, pembangunan ini tidak hanya bertujuan kuantitas, tetapi juga kualitas layanan agar setiap penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi yang aman dan sehat.
Program MBG diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sehingga membantu meningkatkan status gizi masyarakat Jawa Barat secara signifikan.
Evaluasi Program MBG untuk Cegah Keracunan
Menurut Erwan, pihaknya akan melakukan peningkatan dan evaluasi program MBG secara menyeluruh.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian keracunan makanan yang pernah terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat.
“Insha Allah dengan konsolidasi ini, pelayanan peningkatan kepada penerima manfaat dari MBG ini lebih baik lagi bisa lebih dirasakan manfaatnya yang aman tidak ada lagi kejadian keracunan yang lain sebagainya,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Higiene Layak Sanitasi (SLHS).
Langkah ini bertujuan memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, sehingga risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan bisa diminimalisir.
Target Rampung November 2025
Lebih lanjut, Wakil Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh pembangunan dapur MBG atau SPPG ditargetkan rampung pada akhir November 2025.
“Kami insha Allah di akhir November ini sudah bisa membangun seluruh SPPG, yaitu 4.800-an lebih SPPG terbangun di Jabar,” ujarnya.










