Beritabogor24jam.com – Isu mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bogor langsung ditepis oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Bogor.
Pihaknya mengklaim, distribusi BBM di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Anggota Pengurus Bidang SPBU Hiswana Migas DPC Bogor, Dzikra Agung Perkasa, menegaskan bahwa pasokan BBM berjalan normal di seluruh SPBU.
“Sebenarnya di beberapa media ada yang menyebut isu kelangkaan di Kota Bogor. Sampai saat ini tidak ada isu kelangkaan BBM karena semua SPBU di wilayah Bogor mendapatkan distribusi yang normal,” ujarnya saat ditemui, Selasa, 2 September 2025.
Dzikra menjelaskan, sempat terjadi keterlambatan distribusi dalam beberapa hari terakhir.
Namun hal itu bukan disebabkan kurangnya pasokan, melainkan pengalihan arus lalu lintas di Jakarta yang menghambat perjalanan mobil tangki dari Terminal BBM Plumpang.
“Cuma mungkin ada keterlambatan mobil tangki karena kondisi lalu lintas yang tidak menentu. Tapi secara suplai dan distribusi, semuanya tetap berjalan normal,” tambah Dzikra.
SPBU Bogor Tetap Terlayani
Menurutnya, seluruh SPBU di Kota dan Kabupaten Bogor tetap menerima pasokan BBM secara rutin.
“Jadi semua SPBU, terutama di Kota Bogor, mendapatkan suplai BBM normal. Tidak ada kendala apa-apa, semuanya berjalan baik,” tegasnya.
Hiswana Migas juga menekankan bahwa pemantauan distribusi energi dilakukan secara terus-menerus bersama Pertamina.
Langkah ini mencakup BBM dan elpiji subsidi untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Insya Allah aman, terutama di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Kami terus memonitor dan selalu koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan distribusi BBM maupun elpiji subsidi tetap lancar dan aman,” pungkas Dzikra.
Keluhan Masyarakat di Media Sosial
Kendati demikian, meski pasokan BBM di Bogor diklaim aman, isu kelangkaan tetap muncul di sejumlah SPBU swasta, khususnya Shell dan BP-AKR.
Sejak sepekan terakhir, banyak konsumen melaporkan produk bensin unggulan, mulai dari RON 92, 95, hingga 98, tidak tersedia di banyak titik.
Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang terbiasa mengisi BBM di luar jaringan Pertamina.










