Beritabogor24jam.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor siap mengawal penanganan tragedi ambruknya bangunan majelis taklim di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, menyampaikan bahwa para korban yang masih dirawat membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Tentu saja ini harus kita kawal bersama, karena korban yang dirawat terus membutuhkan perhatian dari kita semua pemerintah daerah. Kami dan para relawan agar mereka diobati dirawat sampai tuntas,” ujar Wasto kepada wartawan, Selasa, 9 September 2025.

Wasto menjelaskan, dirinya bersama aparat pemerintah desa telah berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk mempercepat langkah penanganan korban.

“Kami di kantor desa Sukamakmur ada camat Ciomas, camat Tamansari, juga langsung komunikasi dengan dinas kesehatan berkaitan dengan solusi, karena kan yang dirawat itu keliatannya butuh waktu yang lama. Sehingga perlu bergantian juga yang menjaga dan merawatnya dan itu butuh operasional, itu yang sedang kita pikirkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koordinasi sudah dilakukan dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Dinas Sosial.

“Dan tadi kita telefon Kadinkes untuk menyampaikan kepada PPKAD rumusannya seperti apa. Kemudian juga dari BPBD juga kita komunikasi terkait hal yang sama dan dari Dinsos juga sudah cukup perhatian,” jelas Wasto.

Soroti Sarana Keagamaan

Lebih lanjut, Wasto menekankan pentingnya perhatian pemerintah dalam pembangunan sarana keagamaan, khususnya majelis taklim.

“Dan tentu kalau ini majelis taklim, orang sedang menunaikan kewajiban sosial-keagamaan,” ucapnya.

Dia berharap, tragedi ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih memperhatikan keberadaan majelis taklim di Kabupaten Bogor.

“Jadi kalau ada masalah majelis taklim yang membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat maupun pemda untuk membangun majelis taklim yang layak, ini mudah-mudahan jadi perhatian. Tidak hanya di sini saja tapi juga di seluruh Kabupaten Bogor,” harap dia.