Beritabogor24jam.com –  Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mulai menerapkan inovasi baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan memasang identitas pada rumah atau tempat tinggal penerima.

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Maruf, menilai kebijakan ini efektif karena sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memilih mundur dari program.

“Itu salah satu bentuk pencegahan, kita kampanye kita berikan identitas kepada penerima bansos,” ujar Farid kepada wartawan, Kamis, 4 Desember 2025.

Menurutnya, pemasangan identitas menjadi peringatan sosial sekaligus edukasi bagi masyarakat agar bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan.

Farid mengungkapkan, meski pihaknya masih menunggu dokumentasi lengkap dari lapangan, dampak awal sudah terlihat cukup signifikan.

“Salah satu dampak dari kita memasang identitas ratusan KPM pada akhirnya mengundurkan diri tidak mau menerima bansos lagi. Di atas 110 dampak dari pemasangan identitas penerima bansos,” kata dia.

Apresiasi untuk Warga yang Menyadari Kemandirian

Farid menekankan, pihaknya mengapresiasi warga yang sadar akan kondisi ekonominya sehingga memilih mengundurkan diri dari penerimaan bansos.

“Kita si alhamdulillah kalo ada masyarakat yang sudah sadar sudah punya kemandirian kemudian mengundurkan diri untuk tidak menerima bansos lagi dan memberikan kesempatan ke yang lain, kami sangat berterima kasih atas kesadaran itu,” ucapnya.

Meski begitu, Farid menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terhadap penerima yang seharusnya tidak menerima bantuan.

“Kalau masih ada kasus seperti itu, bisa aja kita mengajukan sepihak untuk tidak berikan lagi. Nanti tim kami masif lah evaluasi di lapangan,” tegas dia.

Menurutnya, evaluasi ini penting agar program bansos dapat berjalan adil dan sesuai tujuan awal.

Lebih lanjut, Farid menjelaskan bahwa pemasangan identitas baru dilakukan selama dua minggu terakhir dan masih bersifat sampling.

“Nanti gerakan masif insyaallah di tahun depan,” jelas Farid.

Kendati baru tahap awal, ia berharap skema ini bisa meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial.

“Ya seharusnya yang mampu malu lah nerima bantuan begitu. Kita membangun kemaluan masyarakat,” tuturnya.