Beritabogor24jam.com – Kabupaten Bogor tengah menghadapi krisis air bersih menyusul musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa sebanyak 3.373 jiwa atau 1.025 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Nanggung, Citeureup, dan Jonggol.
Pemerintah daerah pun bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih, dengan total distribusi mencapai 45.000 liter.
Berdasarkan laporan yang dihimpun BPBD, keluhan kekeringan pertama kali diterima pada 10 Juli 2025 dari warga Kampung Cakalak, Kecamatan Nanggung.
Sebanyak 59 KK atau 170 jiwa di wilayah tersebut langsung mendapat suplai air bersih sebanyak 5.000 liter.
Langkah serupa dilakukan di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup pada 20 Juli.
“Kami menyalurkan volume air yang sama seperti sebelumnya, yaitu 5.000 liter,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, Senin, 4 Agustus 2025.
Masih di Kecamatan Citeureup, distribusi air juga dilakukan pada 31 Juli hingga 1 Agustus ke wilayah SMPN 2 Citeureup.
Sebanyak dua kali pengiriman dilakukan untuk membantu 625 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sementara di Kecamatan Jonggol, distribusi dimulai sejak 9 Juli ke Kampung Bukit Aster, Desa Singajaya.
Kemudian, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk 456 jiwa atau 152 KK.
Penyaluran kembali dilakukan pada 29 Juli ke empat kampung di Kecamatan Jonggol.
“Kampung Karni RT 01/04 dan RT 02/04 masing-masing menerima 2.500 liter air, dengan total penerima manfaat sebanyak lebih dari 1.000 jiwa,” lanjut Adam.
Total 45.000 Liter Air Tersalurkan
Menurut data terakhir yang diperbarui hingga 3 Agustus, total air bersih yang telah disalurkan BPBD Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Perumda Tirta Kahuripan mencapai 45.000 liter.
Bantuan tersebut menjadi penopang utama kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan sumber air akibat kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Kampung Kujang dan Kampung Kujang Babakan juga masuk dalam daftar penerima bantuan air.
Masing-masing wilayah menerima 5.000 liter air bersih, mencakup 800 dan 210 jiwa secara berturut-turut.
Penyaluran terakhir ini tercatat pada 3 Agustus di Kampung Cimendo, Desa Sukagalih, Jonggol, yang terdampak sebanyak 99 jiwa atau 31 KK.










