Beritabogor24jam.com – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menegaskan penamaan tiga ruangan utama di kantor pemadam kebakaran bukan sekadar formalitas.
Hal tersebut melainkan wujud nyata penghormatan kepada para almarhum yang telah mengabdikan hidupnya untuk keselamatan masyarakat.
Menurut Yudi, langkah ini sekaligus menjadi inspirasi dan pengingat bagi generasi penerus agar terus meneladani keberanian dan dedikasi para pahlawan damkar.
“Tiga ruangan yang tidak hanya menjadi fasilitas kerja sehari-hari, tetapi juga monumen pengabdian. Mereka menjadi pengingat abadi bahwa keberanian dan jiwa kemanusiaan para pahlawan damkar akan terus hidup dan menyala dalam setiap langkah kami,” jelas Yudi dalam keterangannya, Selasa, 2 September 2025.
Yudi menekankan bahwa ruang-ruang tersebut bukan sekadar tempat berkumpul atau bekerja, melainkan simbol abadi dari jasa-jasa para pahlawan damkar.
Ruang Rapat, Ruang Rekreasi, dan Command Center kini membawa nama-nama almarhum, yang tidak hanya mengabadikan kenangan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi seluruh personel.
“Kami ingin nama mereka tidak hanya dikenang dalam upacara atau tugu peringatan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kali kami bekerja, setiap kali kami berkumpul, kami akan selalu mengingat bahwa ada pengorbanan besar yang telah mendahului kami,” tambah Yudi.
Inspirasi untuk Generasi Baru
Besok, lusa, dan seterusnya, generasi baru damkar akan belajar dari ruang-ruang ini.
Mereka akan mengetahui bahwa di balik setiap sirene yang meraung, ada kisah pengorbanan tiga sosok.
- Alm. Maman Yusmana (7 Juli 1969 – 9 November 2018), bertugas sejak 1997, terakhir sebagai Komandan Regu Sektor Leuwiliang.
- Alm. Ahmad Haerudin (29 Juni 1977 – 18 September 2023), bergabung sejak 1997, terakhir sebagai penyuluh di Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bahaya Kebakaran.
- Alm. Napi (17 Mei 1971 – 6 Agustus 2024), bertugas sejak 1997, terakhir menjabat Komandan Sektor Ciomas.
Keluarga mereka telah menerima penghargaan simbolis, namun warisan terbesar justru tertinggal di sini semangat yang menyala, melampaui batas waktu.
“Suasana haru dan kebanggaan menyatu dalam satu momen, membuktikan bahwa meski mereka telah tiada, semangat, jasa, dan nama mereka tidak akan pernah dilupakan,” ungkap Yudi.
Pada akhirnya, kata dia, setiap ruang itu akan terus berbicara.
“Terima kasih, Pahlawan. Namamu kini menjadi ruang tempat kami terus melayani. Semangatmu menyala, selamanya,” pungkas Yudi.










