Beritabogor24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dengan menetapkan program strategis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto memastikan, dua sektor utama, yakni pelayanan kesehatan berbasis BPJS Universal Health Coverage (UHC) dan program rehabilitasi sekolah, akan menjadi prioritas utama.
“Kesehatan dan pendidikan adalah amanah undang-undang. Tidak boleh ada lagi warga Kabupaten Bogor yang tidak mendapat layanan hanya karena faktor biaya,” tegas Rudy.
Langkah itu, kata dia, juga sejalan dengan visi mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang maju, sehat, dan berdaya saing.
Program BPJS UHC sendiri menjadi fokus penting, karena berkaitan langsung dengan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Bogor berupaya memastikan seluruh warga, termasuk kelompok masyarakat kurang mampu, dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Bupati Bogor menegaskan penerapan UHC tidak hanya menyangkut pembiayaan kesehatan, tetapi juga peningkatan mutu fasilitas dan tenaga medis agar pelayanan lebih optimal.
Selain sektor kesehatan, bidang pendidikan juga menjadi perhatian serius.
Rehabilitasi sekolah, terutama yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, masuk dalam agenda prioritas APBD 2025.
Pemerintah daerah menilai bahwa sarana pendidikan yang memadai merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bogor.
Dengan perbaikan infrastruktur sekolah, diharapkan siswa dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan produktif.
Persiapan Calon Ibu Kota Bogor Barat dan Timur
Dalam rapat tersebut, Bupati juga menyinggung soal rencana pengembangan wilayah baru.
Kabupaten Bogor tengah menyiapkan Bogor Barat dan Bogor Timur sebagai calon ibu kota daerah baru.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab akan memulai proses pembebasan lahan serta menyusun master plan pembangunan.
“Ini adalah langkah strategis jangka panjang agar Bogor siap menghadapi tantangan demografi dan pemerataan pembangunan,” ungkap Rudy.
Efisiensi Anggaran dan Penguatan Ekonomi Rakyat
Rudy juga menginstruksikan agar seluruh SKPD melakukan inventarisasi ulang program kerja agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
Efisiensi belanja disebutnya sebagai langkah penting agar APBD Perubahan 2025 bisa benar-benar dirasakan masyarakat.
Tak hanya itu, penguatan ekonomi rakyat juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah berencana menggulirkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Bupati Bogor menekankan bahwa APBD Perubahan 2025 akan dijadikan fondasi untuk menata APBD 2026.
Targetnya, ke depan Kabupaten Bogor memiliki struktur anggaran yang lebih sehat, mandiri, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kita ingin fokus membangun pondasi strategis Kabupaten Bogor agar siap menjadi daerah yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.










