Beritabogor24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto dijadwalkan akan menghadiri pertemuan penting di Kabupaten Tangerang pada Minggu, 21 September 2025.

Pertemuan tersebut akan membahas persoalan jalur tambang di wilayah perbatasan, khususnya Parungpanjang, yang selama ini menimbulkan polemik dan keresahan warga.

Rapat ini rencananya melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Pemkab Tangerang, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kedua wilayah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa persoalan jalur tambang tidak bisa diselesaikan secara sepihak.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mencari solusi bersama demi menjaga kondusivitas.

“Lalu bagaimana dengan Tangerang? Nanti hari Minggu pimpinan-pimpinan kita ke sana memutuskan seperti apa, karena sama-sama punya rasa. Di sana juga ada yang meninggal, di kita juga ada. Di sana yang melahirkan sulit, di sini juga sulit. Kita bicara tentang kesamaan, tentang Indonesia lah ya, tidak ada ego masing-masing untuk jaga kondusifitas,” ujar Ajat kepada wartawan.

Ajat menjelaskan, sejak Maret lalu Pemkab Bogor sebenarnya sudah memahami pembangunan jalan akan berdampak pada meningkatnya frekuensi dan eskalasi kendaraan tambang.

Di Kabupaten Bogor, pembangunan dilakukan di 13 ruas jalan sepanjang 17 kilometer, sementara di tingkat Provinsi Jawa Barat, pemerintah juga membangun jalan sepanjang 6 kilometer.

Kondisi ini dinilai berpotensi menambah beban lalu lintas di wilayah Parungpanjang.

Fokus Penataan Angkutan dan Parkir

Selain membahas teknis relaksasi angkutan tambang, pertemuan besok juga akan menyoroti penataan kantong parkir untuk ribuan truk yang melintasi jalur Parungpanjang setiap hari.

“Karena kondisi sekarang lalin yang terhambat karena pembangunan, maka kita juga harus mengatur kantong parkir, termasuk personel,” jelas Ajat.

Polres Bogor, kata dia, telah menyiapkan 100 personel dan sepakat membentuk tim kecil bersama Pemkab Bogor untuk memantau situasi hingga Desember mendatang.

Lebih lanjut, Ajat berharap pertemuan besok yang melibatkan Bupati Bogor, Bupati Tangerang, Gubernur, hingga jajaran Forkopimda mampu menghasilkan kesepakatan konkret.

Persoalan jalur tambang Parungpanjang diketahui sudah berlangsung sejak 1974 dan hingga kini belum menemukan solusi tuntas.

“Mau tidak mau, ada hal-hal yang tidak tersurat dan tersirat di dua kabupaten. Ini petinggi negara ada di kedua Bogor dan Tangerang, saya kira kita harus tetap menjaga kondusifitas,” pungkasnya.