Beritabogor24jam.com – Peristiwa robohnya atap ruang kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 10 September 2025 turut disoroti Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi mengungkapkan, pembangunan ruang kelas yang dikerjakan pada tahun 2016 tidak sesuai standar.
Karena itu, ia meminta, Inspektorat Jawa Barat melakukan audit terhadap proyek tersebut, sekaligus menelusuri pihak yang paling bertanggung jawab.
“Atap sekolah di Cileungsi Bogor roboh, saya perintahkan audit dan bangun kembali. Pendidikan adalah prioritas di Jawa Barat,” kata Dedi dalam keterangannya.
Sebagai langkah cepat, Pemprov Jabar memastikan mulai Kamis, 11 September 2025, akan membangun ruang kelas baru di SMKN 1 Cileungsi.
Dedi menegaskan, percepatan pembangunan ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.
“Setiap orang harus bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan,” ujarnya.
Instruksi untuk Sekolah di Jabar
Selain fokus pada SMKN 1 Cileungsi, Dedi juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah SMA dan SMK negeri di Jawa Barat.
Di mana, harus segera melakukan pendataan ruang kelas yang mengalami kerusakan dan berpotensi roboh.
Laporan kerusakan tersebut, kata dia, harus segera disampaikan.
Pasalnya, Pemprov Jabar telah menyiapkan pembangunan lanjutan yang akan dilaksanakan hingga akhir Desember 2025.
“Jangan sampai kenyamanan anak-anak dalam belajar terganggu. Pembangunan ruang kelas akan menjadi prioritas,” pungkas Dedi.










