Beritabogor24jam – Pemerintah Kecamatan Rumpin meluncurkan inovasi terbarunya bernama RUMPI atau Rumpin Mapping and Planning Integration.

Inovasi tersebut digadang-gadang akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan berbasis data.

Peluncuran sistem ini digelar secara resmi di Aula Kantor Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dan disaksikan oleh sejumlah pemangku kepentingan dari desa-desa se-Kecamatan Rumpin.

Agenda tersebut juga menjadi momen awal dimulainya tahapan sosialisasi teknis pengumpulan data lapangan, sebagai bagian dari upaya pembaruan basis data wilayah.

Lantas apa itu RUMPI, inovasi teknologi digital kecamatan Rumpin Bogor? Berikut informasi selengkapnya.

Apa Itu RUMPI?

RUMPI merupakan sistem inovatif yang mengintegrasikan data spasial (berbasis peta) dan data tematik dari setiap desa dalam satu platform digital.

Tujuan utamanya adalah untuk menyokong kebijakan pembangunan yang lebih akurat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program strategis Kebijakan Satu Peta yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Camat Rumpin, Icang Aliudin, menjelaskan kehadiran RUMPI merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan sistem informasi wilayah yang terpadu, real-time, dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan, baik dari kalangan birokrasi maupun masyarakat sipil.

“Melalui RUMPI, kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan di Kecamatan Rumpin benar-benar berdasarkan data yang valid dan terpetakan dengan baik,” tegas Icang.

Untuk mendukung implementasi RUMPI, pihak kecamatan telah menyusun strategi pelaksanaan teknis pengumpulan data lapangan.

Proses ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh desa, dengan melibatkan aparatur desa, operator digital, serta kelompok masyarakat.

Adapun data yang dikumpulkan akan mencakup berbagai aspek mulai dari penggunaan lahan, kondisi infrastruktur, fasilitas publik, potensi ekonomi wilayah, hingga zona rawan bencana.

Data tersebut akan dikonversi ke dalam bentuk peta tematik interaktif yang bisa dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan lintas sektor.

RUMPI tidak hanya difokuskan untuk keperluan infrastruktur semata. Sistem ini dirancang untuk mendukung berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, sosial, bahkan mitigasi bencana.

Dengan pendekatan data spasial, kebijakan yang diambil diharapkan bisa lebih kontekstual dan tepat sasaran.

“Sistem ini akan menjadi alat bantu utama dalam menyusun rencana kerja pembangunan yang relevan dengan kebutuhan wilayah, sekaligus mempercepat proses birokrasi karena berbasis digital,” terang Icang.

Lebih jauh, Camat Rumpin menyampaikan bahwa RUMPI juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi multipihak.

Dengan basis data yang terbuka dan visualisasi wilayah yang transparan, masyarakat umum juga bisa ikut terlibat dalam proses pembangunan.

“Publik bisa ikut mengawasi, memberikan masukan, bahkan berpartisipasi langsung. Kami ingin membangun budaya pemerintahan yang terbuka dan partisipatif,” tandasnya.