Beritabogor24jam.com – Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat, sejak Januari hingga 19 Agustus 2025, terdapat 1.372 warga yang terinfeksi DBD.
Dari jumlah data yang dibagikan, empat orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, menyebut kasus DBD masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
“DBD di Kabupaten Bogor bulan Januari–19 Agustus sebanyak 1.372 kasus dengan empat orang meninggal,” ungkapnya.
Sebaran Kasus Tertinggi di 10 Kecamatan
Adang menjelaskan, kasus DBD tersebar di 10 kecamatan dengan angka tertinggi di Kecamatan Cibinong (199 kasus), disusul Gunung Putri (137 kasus), Cisarua (123 kasus), dan Jonggol (121 kasus).
Kecamatan lain yang juga mencatat cukup banyak kasus antara lain Cileungsi (117 kasus), Bojong Gede (85 kasus), serta beberapa wilayah lain.
Adapun korban jiwa berasal dari empat kecamatan, masing-masing satu orang di Gunung Putri, Cibinong, Parung Panjang, dan Bojong Gede.
“Sebaran kasus meninggal ini menunjukkan bahwa DBD bukan hanya mengancam satu wilayah saja, tetapi hampir merata,” tambah Adang.
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan
Dinkes Kabupaten Bogor telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan di wilayah yang terdampak, khususnya yang mencatat korban jiwa.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain penyuluhan kesehatan, penyebaran larvasida, hingga fogging focus di area dengan tingkat kasus tinggi.
Selain itu, Dinkes juga menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, memanfaatkan barang bekas, serta langkah tambahan pencegahan lainnya.
Faktor Penyebab Lonjakan Kasus DBD
Menurut Adang, meningkatnya kasus DBD di Kabupaten Bogor tidak lepas dari kondisi cuaca pancaroba yang memicu terjadinya banyak genangan air.
Situasi ini menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
“Selain faktor cuaca, lingkungan yang kurang bersih dan banyaknya tempat perindukan nyamuk juga memperparah kondisi ini,” jelasnya.










