Beritabogor24jam.com – Sebanyak 1.600 sekolah dasar negeri dan swasta di Kabupaten Bogor terdaftar sebagai penerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau smart TV berukuran 75 inci.

Bantuan tersebut diberikan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.

Perangkat canggih itu sendiri merupakan layar sentuh interaktif yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, dan papan tulis digital dalam satu unit.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta, membenarkan bahwa program bantuan tersebut telah mulai berjalan sejak awal Oktober 2025.

“Kita tahun ini memang ada bantuan dari kementerian langsung. Kalau tidak salah, dari surat awal itu ada sekitar 1.600 sekolah yang mendapatkan smart TV di SDN dan swasta. Sampai kemarin, banyak yang sudah konfirmasi bahwa mereka telah menerima bantuan dari kementerian berupa smart TV 75 inci,” ujar Yanto saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Oktober 2025.

Distribusi Masih Berjalan Bertahap

Meski begitu, Yanto menjelaskan, proses distribusi perangkat masih berlangsung dan belum rampung sepenuhnya.

Hal itu dikarenakan data penyaluran dari pusat tidak dikirimkan langsung ke Disdik Kabupaten Bogor, melainkan melalui jalur kementerian dan pihak sekolah penerima bantuan.

“Iya, soalnya datanya nggak langsung ke kami. Kami hanya menerima laporan. Ini inisiatif kami dari Disdik, setiap barang atau TV yang sudah masuk ke sekolah kami minta dilampirkan berita acaranya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Disdik melalui bidang aset kini tengah melakukan proses pendataan dan verifikasi untuk memastikan seluruh sekolah penerima bantuan telah menerima perangkat sesuai dengan alokasi.

“Kami minta lampirkan berita acara Smart TV-nya, hari ini masih ada beberapa sekolah yang lapor ke Disdik melalui bidang aset. Datanya masih kolektif, masih berjalan terus, dan masih kami rekap,” ungkapnya.

Program bantuan Smart TV tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat digitalisasi pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya di daerah.

Perangkat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar interaktif, tetapi juga membuka peluang bagi guru dan siswa untuk mengakses pembelajaran berbasis teknologi secara lebih luas.

Dengan layar sentuh berukuran besar dan fitur terintegrasi, smart TV 75 inci ini dapat menampilkan materi pelajaran, video edukatif, hingga simulasi interaktif yang membuat kegiatan belajar lebih menarik dan efektif.

Disdik Kabupaten Bogor berharap, kehadiran perangkat IFP dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta.

“Program ini tentu sangat positif. Kami berharap bisa terus berlanjut dan merata ke semua sekolah, agar proses belajar mengajar semakin efektif dan interaktif,” tandas Yanto.